Equityworld – Saham Asia Pasifik Turun Pasca Rilis Data Ekonomi China Mengecewakan

Equity World – Saham-saham di Asia Pasifik turun pada Rabu (15/09) pagi dan investor mencerna data China yang lebih lemah dari perkiraan. Pasar juga menunggu dampak dari angka inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan terkait garis waktu Federal Reserve AS untuk memulai pengurangan aset.

Shanghai Composite China turun tipis 0,02% di 3.661,80 pukul 09.32 WIB dan Shenzhen Component melemah 0,53% di 14.548,79. China merilis data ekonomi terbarunya yang menunjukkan produksi industri tumbuh lebih rendah dari perkiraan 5,3% tahun ke tahun, sementara investasi aset tetap tumbuh 8,9% tahun ke tahun, di bulan Agustus. Penjualan ritel tumbuh sebesar 2,5% YoY.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,41% di 25.397,00. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga beranjak turun 0,17% ke 6.118,71 pukul 09.44 WIB.

Nikkei 225 Jepang melemah 0,51% ke 30.512,50 dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,29% ke 3.157,85 pukul 09.36 WIB.

Di Australia, ASX 200 turun 0,53% ke 7.398,20.

Sementara itu, upaya mengendalikan wabah COVID-19 terbaru di Provinsi Fujian China terus berlanjut, dan pengetatan peraturan terbaru serta situasi utang China Evergrande Group (HK:3333) juga tetap menjadi radar investor.

Adapun, data AS yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh sebesar 4% tahun ke tahun dan 0,1% bulan ke bulan di Agustus. Data juga menunjukkan IHK masing-masing tumbuh 5,3% tahun ke tahun dan 0,3% bulan ke bulan.

Angka yang lebih kecil dari perkiraan bisa memberikan dukungan pada argumen bahwa tekanan inflasi saat ini bisa bersifat sementara, tetapi gambaran keseluruhan masih belum diputuskan.

Investor sekarang mengamati apakah angka terbaru akan mendorong The Fed untuk memulai pengurangan aset, tetapi kekhawatiran atas dampak varian Delta COVID-19 pada pembukaan kembali ekonomi tetap ada. Para fund manager tampaknya kurang optimis terhadap pertumbuhan dan pendapatan global tetapi tidak mau menyerah pada saham, menurut survei terbaru Bank of America (NYSE:BAC).

Beberapa masih tidak yakin bahwa tekanan inflasi akan bersifat sementara.

“Sulit untuk membantah pada titik ini bahwa itu tetap sepenuhnya sementara…. Anda menggabungkannya dengan fakta bahwa masih ada semua guncangan pasokan yang masih kami tangani. Saya pikir pasar harus merasakan sakitnya,” Co-chief Investment Officer Envestnet (NYSE:ENV) Inc. Dana D’Auria mengatakan kepada Bloomberg.

Fokus lain di benak investor saat 2021 menuju kuartal terakhir yaitu perdebatan yang tengah berlangsung seputar plafon utang AS, paket pajak Presiden AS Joe Biden, belanja infrastruktur dan pengurangan aset Fed, tambahnya.

Sumber : Investing
Equity World Futures

Published by PT Equityworld Futures Cyber2

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started