Equity World – Dolar melayang di bawah tertinggi baru-baru ini pada Selasa (21/12) setelah kehilangan kekuatannya semalam pasca tekanan pukulan terhadap rencana pengeluaran partai Demokrat di Washington, tetapi kekhawatiran akan varian Omicron membuat mata uang berisiko tetap terkendali.
Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama, terakhir di 96,513, setelah kehilangan kekuatan pada euro dan yen.
Greenback secara singkat mendekati tertinggi 16-bulan di 96,914 pekan lalu, setelah Federal Reserve AS membuka pintu untuk sebanyak tiga kenaikan suku bunga pada tahun 2022, dan kemudian menemukan dukungan karena kekhawatiran mengenai ketegangan Omicron menyebabkan investor mencari aset aman.
Imbal hasil Treasury AS dua tahun pada hari Senin menyentuh 0,5870%, level terendah sejak 3 Desember, juga menyebabkan kurva imbal hasil meningkat.
Pound berada melesu di level $ 1,3204 pasca Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada Senin (21/12) bahwa ia akan memperketat pembatasan virus corona guna memperlambat penyebaran varian Omicron jika diperlukan.
Dolar Aussie melemah di level $0,71055, sementara dolar Selandia Baru menguji posisi terendah 13 bulan di $0,6709.(yds)
Sumber: reuters, ewfpro
PT Equity World Futures