Equityworld Futures – Harga Minyak Naik Saat Dolar Melemah karena Pembicaraan Pemotongan Suku Bunga Fed

Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada hari Kamis, mendapat manfaat dari dolar yang melemah karena Federal Reserve menandakan tiga kali pemotongan suku bunga pada tahun 2024, sementara prospek pasokan yang lebih ketat terus menguatkan minyak mentah.

Penguatan Harga Minyak

Harga minyak dunia mengalami kenaikan yang signifikan pada perdagangan hari Kamis di Asia. Hal ini didukung oleh pelemahan dolar setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyampaikan pidato pada hari Rabu, yang membantu harga komoditas. Powell juga menyoroti kekuatan ekonomi Amerika Serikat, yang merupakan skenario positif untuk permintaan minyak.

Futures minyak Brent yang berakhir pada bulan Mei naik 0,5% menjadi $86,41 per barel, sedangkan futures minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,5% menjadi $81,15 per barel pada pukul 21:47 ET (01:47 GMT). Kedua kontrak tersebut tetap berada di dekat level tertinggi selama lebih dari empat bulan yang dicapai pada awal pekan ini.

Pembicaraan Fed tentang Pemotongan Suku Bunga dan Kekuatan Ekonomi AS

Dukungan terbesar bagi harga minyak pada hari Kamis adalah penurunan dolar. Indeks dolar turun 0,6% dari level tertinggi dua minggu setelah Powell mengatakan bahwa Fed masih mempertimbangkan pemotongan suku bunga sebesar tiga perempuan persen tahun ini.

Meskipun Powell menyoroti beberapa kekhawatiran tentang inflasi yang cenderung meningkat, dia juga mencatat bahwa ekonomi AS tetap tangguh. Fed memperbarui proyeksi ekonomi triwulanan dan kini mengharapkan ekonomi tumbuh 2,1% pada tahun 2024, naik secara substansial dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,4%.

Penurunan suku bunga dan kekuatan ekonomi AS memberikan sinyal baik untuk permintaan dari konsumen bahan bakar terbesar di dunia, yang diperkirakan akan meningkat selama musim semi.

Outlook Pasokan yang Tetap Ketat dan Penyusutan Inventaris AS

Harapan akan pasokan minyak yang lebih ketat, yang merupakan pendorong utama kenaikan harga minyak dalam dua minggu terakhir, tetap cukup signifikan. Data resmi inventaris AS menunjukkan pada hari Rabu bahwa stok minyak mentah menyusut lebih dari yang diperkirakan dalam minggu yang berakhir pada 15 Maret.

Penyusutan ini dipicu oleh peningkatan aktivitas pengilangan dan ekspor minyak yang lebih tinggi. Penyusutan yang lebih besar dari yang diperkirakan dalam inventaris bensin juga menandakan bahwa permintaan bahan bakar meningkat dari penurunan musim dingin.

Penyusutan inventaris AS, ditambah dengan potensi gangguan pasokan lebih lanjut dari ketegangan geopolitik di Rusia dan Timur Tengah, memberikan outlook yang lebih ketat bagi pasar minyak mentah global pada tahun 2024.

Produsen Utama dalam OPEC juga Diperkirakan Memangkas Ekspor pada Maret

Produsen terkemuka dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga diperkirakan memangkas ekspor pada Maret.

Kesimpulan

Dalam konteks penurunan dolar yang dipicu oleh pembicaraan pemotongan suku bunga Fed dan kekuatan ekonomi AS yang masih tangguh, harga minyak mengalami kenaikan yang signifikan. Harapan akan pasokan yang lebih ketat dan penurunan inventaris AS yang lebih besar dari perkiraan juga turut mendorong kenaikan harga minyak. Dengan demikian, pasar minyak mentah global terlihat menghadapi outlook yang lebih ketat pada tahun 2024.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futures

Published by PT Equityworld Futures Cyber2

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started