Harga minyak dunia mengalami penurunan pada hari Rabu setelah data industri menunjukkan peningkatan besar yang tak terduga dalam stok minyak mentah AS, yang didorong oleh impor yang kuat, menantang gagasan pasar yang lebih ketat dalam jangka pendek.
Harga Minyak Dunia Menetap Lebih Rendah
Pada pukul 14:30 ET (18:30 GMT), kontrak berjangka minyak Brent yang kedaluwarsa pada bulan Mei turun 0,3% menjadi $81,35 per barel, sementara kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,2% menjadi $86,09 per barel.
Penumpukan Stok Minyak Mentah, Stok Bahan Bakar Naik akibat Permintaan yang Lebih Lemah
Stok minyak mentah AS meningkat sekitar 3,2 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 22 Maret, melampaui perkiraan untuk penurunan sebesar 700.000 barel, yang mengakhiri dua minggu penumpukan stok yang lebih besar dari perkiraan, menurut data dari Administrasi Informasi Energi yang dirilis pada hari Rabu. Stok bahan bakar bensin, salah satu produk hasil pengolahan minyak mentah, naik sebesar 1,3 juta barel melawan perkiraan penarikan sebesar 1,7 juta barel, sementara stok bahan bakar destilat turun sebesar 1,2 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebesar 518.000 barel. Kenaikan tak terduga dalam stok bahan bakar bensin terjadi karena permintaan turun sekitar 94.000 barel per hari, sementara aktivitas pengilangan meningkat sebesar 0,9%.
Kekuatan Dolar Mempengaruhi Harga Minyak
Kekuatan dolar, yang berada di dekat level tertinggi sebulan, juga memberikan tekanan pada harga minyak, terutama karena para trader beralih ke dolar menjelang lebih banyak petunjuk tentang inflasi dan suku bunga AS nanti minggu ini.
Pertemuan OPEC+ Minggu Depan
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan akan bertemu minggu depan untuk meninjau pasar dan sejauh mana anggota menerapkan pemangkasan produksi yang disepakati. Namun, kelompok tersebut tidak kemungkinan akan membuat perubahan kebijakan produksi minyak sampai pertemuan menteri penuh pada bulan Juni, Reuters melaporkan, mengutip sumber. OPEC+ sepakat awal bulan ini untuk memperpanjang pemotongan produksi sekitar 2,2 juta barel per hari hingga akhir Juni, meskipun ada ketidakpastian mengenai apakah semua anggota telah sepenuhnya mematuhi tingkat produksi yang disepakati.
Kesimpulan
Penurunan harga minyak dunia terjadi sebagai akibat dari peningkatan yang tak terduga dalam stok minyak mentah AS, didorong oleh impor yang kuat dan permintaan yang lebih lemah. Selain itu, kekuatan dolar yang cenderung tinggi juga memberikan tekanan tambahan pada harga minyak. Pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan minggu depan akan menjadi titik fokus untuk melihat perkembangan lebih lanjut dalam kebijakan produksi minyak dunia.
Sumber: Investing
PT Equityworld Futures