
Pada perdagangan Asia hari Rabu, harga minyak mengalami penurunan karena data industri AS menunjukkan kenaikan tak terduga dalam persediaan, sementara kekhawatiran terkait suku bunga AS yang tinggi mempengaruhi sentimen pasar.
Penurunan Harga Minyak dalam Perdagangan Asia
Harga minyak terus mengalami penurunan dalam sesi perdagangan Asia, mencatatkan sesi keempat berturut-turut dalam warna merah. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan lesunya permintaan, meredanya kekhawatiran atas ketidakstabilan geopolitik, dan perlambatan pemulihan ekonomi di China.
Data Persediaan AS
Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak AS. Persediaan minyak tumbuh sebesar 2,5 juta barel, sementara persediaan bensin juga mengalami kenaikan. Meskipun persediaan distilat mengalami penurunan, kenaikan persediaan bahan bakar menimbulkan kekhawatiran akan permintaan minyak AS yang lesu.
Proyeksi Permintaan
Meskipun terjadi peningkatan persediaan, proyeksi permintaan bahan bakar AS cenderung meningkat dalam beberapa minggu mendatang, terutama dengan mendekati liburan Memorial Day yang menandai awal musim panas. Namun, para trader khawatir bahwa tekanan dari inflasi dan suku bunga yang tinggi akan membatasi pertumbuhan permintaan dalam beberapa bulan mendatang.
Sentimen Pasar Terhadap Pernyataan Hawkish Para Pejabat Fed
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh serangkaian pernyataan hati-hati dari para pejabat Federal Reserve. Pasar khawatir bahwa suku bunga AS yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama akan menekan permintaan tahun ini. Risalah pertemuan Fed akhir April yang akan dirilis diharapkan dapat memberikan lebih banyak petunjuk mengenai rencana bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
Outlook dan Fokus Mendatang
Dollar AS yang menguat menjelang rilis risalah pertemuan Fed juga turut menekan harga minyak. Selain itu, pasar juga menyoroti pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) pada awal Juni, untuk melihat apakah kartel tersebut akan memperpanjang pemangkasan produksi.
Dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi harga minyak, pasar akan terus memperhatikan perkembangan geopolitik, data persediaan, kebijakan moneter, dan pertemuan OPEC+ untuk memperkirakan arah pergerakan harga minyak dalam waktu mendatang.
Sumber: Investing