
Pada tanggal 25 Juli 2024, harga minyak mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh kekhawatiran akan lemahnya permintaan dari China dan potensi gencatan senjata di Timur Tengah. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun 38 sen menjadi $81,33 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk bulan yang sama turun 33 sen menjadi $77,26 per barel.
Penurunan Harga Minyak Meskipun Kenaikan Sebelumnya
Penurunan harga minyak terjadi meskipun terjadi kenaikan pada hari Rabu yang mematahkan penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Hal ini menyusul laporan dari Energy Information Administration yang menunjukkan penurunan signifikan pada persediaan minyak mentah AS, yang turun 3,7 juta barel minggu lalu, melampaui ekspektasi analis.
Faktor-faktor Pengaruh Harga Minyak
Meskipun terjadi penurunan stok, fokus pasar tetap pada melemahnya permintaan di China dan kemajuan pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Selain itu, impor minyak dan kilang minyak China pada tahun 2024 telah menunjukkan tren penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang lambat dan permintaan bahan bakar yang lebih rendah.
Kinerja Pasar Saham AS dan Geopolitik
Kinerja pasar saham AS juga berperan dalam tekanan harga minyak, dengan ketiga indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Rabu, menunjukkan berkurangnya selera risiko di antara para pedagang. Di sisi geopolitik, diskusi gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah mengalami kemajuan, dengan rencana pembicaraan yang didukung oleh Presiden AS Joe Biden.
Prognosis Harga Minyak
Seorang analis komoditas dari Rakuten Securities, Satoru Yoshida, menyarankan bahwa jika pembicaraan gencatan senjata terus berlanjut dan dibarengi dengan penurunan ekuitas AS dan pelemahan ekonomi di RRT, harga minyak berpotensi kembali ke level yang terlihat pada awal Juni.
Kesimpulan
Meskipun terjadi penurunan harga minyak di tengah kekhawatiran permintaan China dan pembicaraan perdamaian Timur Tengah, faktor-faktor eksternal seperti geopolitik dan kinerja pasar saham tetap menjadi penentu sentimen pasar. Para investor diharapkan untuk memperhatikan perkembangan lebih lanjut dalam kedua bidang tersebut sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasi.
Artikel ini dikontribusikan oleh Reuters dan diterjemahkan dengan bantuan kecerdasan buatan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon pelajari Syarat dan Ketentuan kami.
Sumber: Investing