PT Equityworld Futures | Berlayar dalam Volatilitas Pasar: 6 Pilihan Saham Menjanjikan saat IHSG Berpotensi Koreksi

equityworld – Dalam dunia investasi, pasar saham bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Saat investor mencari membuat keputusan yang terinformasi, tetap berada di depan tren pasar dan potensi koreksi menjadi penting. Analisis pasar terbaru menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi mengalami koreksi hingga 6%. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi potensi koreksi ini, mengidentifikasi enam pilihan saham menjanjikan, dan membahas mengapa pilihan-pilihan ini layak dipertimbangkan dalam portofolio investasi Anda.

Perhatian: Ramalan Koreksi IHSG

Analisis pasar telah menunjukkan potensi koreksi dalam IHSG hingga 6%. Meskipun koreksi pasar saham adalah bagian alami dari siklus investasi, mereka dapat menciptakan ketidakpastian bagi investor. Penting untuk mendekati skenario seperti ini dengan perspektif yang terinformasi dan pendekatan strategis untuk memastikan portofolio investasi Anda tetap tangguh.

Minat: Menavigasi Pasar yang Volatile

Di pasar yang bergejolak, mengidentifikasi saham-saham yang berpotensi bertahan menjadi sangat penting. Saat-saat seperti ini adalah saat para investor cermat dapat menemukan potensi pertumbuhan di balik ketidakpastian. Koreksi yang akan datang menawarkan peluang untuk mengevaluasi kembali strategi investasi Anda dan mempertimbangkan penyesuaian yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

Keinginan: 6 Pilihan Saham dengan Potensi

Di tengah potensi koreksi, ada beberapa saham yang menonjol sebagai pilihan menarik yang bisa melampaui kinerja pasar secara umum. Berikut enam pilihan saham yang layak dipertimbangkan:

  1. Perusahaan A: Dengan catatan pertumbuhan yang konsisten dan model bisnis yang kuat, Perusahaan A telah membuktikan kemampuannya untuk menavigasi fluktuasi pasar dengan efektif. Portofolionya yang terdiversifikasi dan manajemen keuangan yang hati-hati membuatnya menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari stabilitas.
  2. Perusahaan B: Dikenal karena inovasinya dan pendekatan yang progresif, Perusahaan B secara konsisten telah memperkenalkan produk-produk revolusioner yang resonan dengan konsumen. Kemampuannya untuk beradaptasi dan fokus pada kebutuhan pelanggan menempatkannya secara menguntungkan untuk mempertahankan pertumbuhan bahkan di saat-saat tidak pasti.
  3. Perusahaan C: Beroperasi di sektor dengan permintaan tinggi, dominasi pasar dan reputasi yang sudah mapan memberikan Perusahaan C keunggulan kompetitif. Saat industri pulih dari potensi koreksi pasar, Perusahaan C kemungkinan akan mendapat manfaat dari peningkatan permintaan.
  4. Perusahaan D: Sebagai pemimpin di pasar nichenya, Perusahaan D memiliki basis pelanggan yang loyal dan tren pertumbuhan yang solid. Komitmennya terhadap keunggulan dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan telah memungkinkannya untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, menjadikannya pilihan yang layak bagi investor.
  5. Perusahaan E: Dengan penekanan yang kuat pada keberlanjutan dan praktik etis, Perusahaan E menarik bagi segmen konsumen yang semakin sadar akan dampak sosial. Komitmennya terhadap dampak positif selaras dengan preferensi investor yang mengutamakan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
  6. Perusahaan F: Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menggerakkan operasinya, Perusahaan F telah menjadikan dirinya sebagai penyruput industri. Kemampuannya untuk tetap unggul dan beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah bisa mengarah pada potensi pertumbuhan yang signifikan.

Aksi: Mengambil Keputusan Investasi yang Terinformasi

Sebagai investor, menavigasi volatilitas pasar membutuhkan gabungan pengambilan keputusan yang terinformasi dan perspektif jangka panjang. Meskipun koreksi potensial dapat memperkenalkan ketidakpastian jangka pendek, juga memberikan peluang untuk memposisikan portofolio Anda demi potensi keuntungan di masa depan. Pilihan saham yang disebutkan di atas adalah calon yang layak untuk dipertimbangkan, mengingat kekuatan unik dan potensi pertumbuhan yang dimilikinya.

Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, disarankan untuk melakukan riset mendalam, mempertimbangkan toleransi risiko Anda, dan berkonsultasi dengan para ahli keuangan jika diperlukan. Mendiversifikasi portofolio Anda di berbagai sektor dan kelas aset dapat lebih lanjut mengurangi risiko dan meningkatkan stabilitas keseluruhan investasi Anda.

Kesimpulan: Memeluk Peluang dalam Koreksi Pasar

Koreksi pasar bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan harus dipeluk sebagai peluang pertumbuhan dan investasi yang strategis. Dengan memperhatikan tren pasar, menavigasi volatilitas, dan mengidentifikasi saham-saham menjanjikan, Anda bisa memposisikan diri Anda untuk meraih kesuksesan bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan. Potensi koreksi IHSG mengingatkan kita bahwa berinvestasi adalah perjalanan dinamis yang memerlukan kewaspadaan, riset, dan kesiapan untuk beradaptasi.

Saat Anda mengevaluasi strategi investasi Anda menghadapi potensi koreksi, pertimbangkan enam pilihan saham yang dihighlight dalam artikel ini. Kualitas menarik dan prospek pertumbuhan yang dimiliki oleh saham-saham tersebut menjadikannya calon yang patut diperhitungkan dalam portofolio investasi Anda. Ingatlah, mengambil keputusan investasi yang terinformasi hari ini bisa membuka jalan menuju masa depan keuangan yang lebih sejahtera besok.

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Wall Street Melonjak Dipicu Aksi Beli Para Investor

equityworld – Wall Street menguat pada Kamis (13/10/2022) dipicu aksi beli para investor terhadap saham-saham yang mengalami penurunan harga tajam.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average melambung 827,87 poin, atau sekitar 2,83 persen, menjadi 30.038,72. Indeks S&P 500 melonjak 92,88 poin, atau sekitar 2,60 persen, menjadi 3.669,91. Indeks komposit NASDAQ menanjak 232,05 poin, atau sekitar 2,23 persen, menjadi 10.649,15.

Ketiga angka indeks sempat melemah di awal sesi perdagangan setelah laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa indeks harga konsumen meningkat 8,2 persen year-on-year dipicu melonjaknya biaya sewa rumah dan harga makanan. Indeks harga konsumen inti yang tidak menyertakan harga makanan dan bahan bakar minyak naik 6,6 persen.

Penurunan harga saham secara signifikan di awal sesi perdagangan kemudian memicu aksi beli para investor. Saham sektor finansial dan energi memimpin penguatan yang terjadi.

Setelah dirilisnya data inflasi AS, para trader kini meyakini Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga secara tajam pada pertemuan awal November mendatang. Suku bunga The Fed diperkirakan akan mencapai antara 4,75 persen sampai 5 persen awal tahun depan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring meningkatnya imbal hasil obligasi AS sebesar 5,6 basis poin menjadi 3,958 persen. Harga emas untuk pengiriman November 2022 turun 0,25 persen menjadi US$1.670 per ons.

Penurunan harga emas berjangka terbatasi pelemahan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,77 persen menjadi 112,357.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,85 persen, dipicu melonjaknya saham sektor keuangan dan teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 24,12 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 6.850,27. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 183,32 poin, atau sekitar 1,51 persen, menjadi 12.355,58.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 87,70 poin, atau sekitar 1,21 persen, menjadi 7.348,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 60,72 poin, atau sekitar 1,04 persen, menjadi 5.879,19.

Nilai tukar poundsterling menguat 1,9 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1306 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 1,1 persen menjadi 1,1572 euro per pound.

Sumber : Pasardana, Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Minyak Jatuh 7% Minggu Ini di Tengah Masalah Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga

equityworld – Buyer minyak kemungkinan akan mengharapkan periode pemulihan yang lebih lama dari pemotongan produksi OPEC+ yang sangat dielukan.

Tetapi aksi penjualan seller tanpa henti selama tiga hari sejak pekan lalu telah menyebabkan lebih banyak kekhawatiran daripada yang diperkirakan di pasar minyak mentah pasalnya data inflasi AS yang tinggi menyebabkan putaran lain dari peningkatan kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Rabu menunjukkan harga grosir tumbuh di luar perkiraan ekonom pada bulan September, menyiapkan kemungkinan bahwa data harga konsumen yang akan dirilis sehari kemudian akan sama menantangnya bagi Fed dalam memerangi inflasi.

Dan tepat dari isyaratnya, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bank sentral “sangat serius” untuk mengatasi inflasi dan bahwa standarnya “sangat tinggi” bagi bank sentral untuk mempertimbangkan perlambatan atau jeda dalam pengetatan moneternya.

Jika ekonomi AS memasuki penurunan drastis, The Fed selalu dapat menghentikan kenaikan suku bunga, atau memperlambatnya, terutama jika ada tanda-tanda bahwa inflasi turun dengan cepat, kata Kashkari.

Dia, bagaimanapun, menambahkan: “Bagi saya, standar untuk perubahan seperti itu sangat tinggi karena kami belum melihat banyak bukti bahwa inflasi yang mendasarinya – inflasi jasa, inflasi upah, pasar tenaga kerja – yang belum menurun.”

Berita bearish tidak hanya pada ekonomi.

Baik OPEC dan Departemen Energi AS memangkas prospek permintaan energi terbarunya. Pekan lalu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak yang dipimpin Saudi 13 anggota dan 10 sekutunya yang didukung Rusia – bersama-sama dikenal sebagai OPEC+ – menopang harga minyak naik 17% dengan mengumumkan pemotongan produksi 2 juta barel per hari.

Pada hari Rabu, OPEC memangkas hingga 2,64 juta barel per hari dari permintaannya, mengutip munculnya kembali langkah-langkah pembatasan COVID-19 China dan inflasi yang tinggi.

“Ekonomi dunia telah memasuki masa ketidakpastian dan tantangan yang meningkat,” kata OPEC dalam laporan bulanannya.

Sementara itu, Departemen Energi di Washington, menurunkan ekspektasinya untuk produksi dan permintaan di Amerika Serikat. Sekarang hanya memperkirakan peningkatan konsumsi 0,9% pada tahun 2023, turun dari perkiraan sebelumnya untuk kenaikan 1,7%. Produksi minyak diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,2%, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 7,2%.

“Ada dua kekuatan dominan di pasar minyak saat ini; prospek ekonomi menjadi risiko penurunan utama dan OPEC+ sisi atas,” tulis Craig Erlam, analis di platform perdagangan online OANDA, dalam komentar pasar. “Yang terakhir menegaskan kembali dirinya minggu lalu dengan pemotongan dua juta barel per hari (tentu saja jauh lebih sedikit dalam kenyataannya) tetapi kekhawatiran pertumbuhan masih mendominasi di pasar yang dapat menghentikan harga untuk lepas landas.”

Indeks Dolar dan imbal hasil obligasi AS, yang dipatok ke bunga obligasi 10 tahun, naik karena data inflasi dan statemen Fed yang hawkish, menambah tekanan pada minyak dan komoditas berdenominasi dolar lainnya.

Minyak WTI yang diperdagangkan di New York sempat anjlok $2,08, atau sebesar 2,3%, di $87,27 per barel, memperpanjang penurunan minggu ini hampir 7%. Patokan minyak mentah AS naik 17% sepanjang minggu lalu, mencatat awal yang kuat untuk bulan Oktober, setelah jatuh 12,5% pada bulan September dan turun 24% untuk kuartal III.

Minyak Brent juga turun $1,84, atau sebesar 2%, di $92,45 per barel, memperpanjang penurunan minggu ini menjadi lebih dari 6%. Harga minyak Brent naik 11% minggu lalu, menutupi semua kerugian bulan September dan pulih sebagian dari kerugian 22% pada kuartal III.

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Market Review Selasa, 11 Oktober 2022

equityworld – Market Review Selasa, 11 Oktober 2022

Nikkei

Saham Tokyo berakhir lebih rendah pada hari Selasa (11/10) setelah akhir pekan yang panjang, karena data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu menghidupkan kembali spekulasi atas kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks acuan Nikkei 225 turun 2,64 persen, atau 714,86 poin, untuk berakhir pada level 26.401,25, sedangkan indeks Topix yang lebih luas turun 1,86 persen, atau 35,56 poin, ke level 1.871,24.

Hang Seng

Saham Hong Kong melemah pada Selasa (11/10) karena para pedagang tetap cemas oleh kenaikan suku bunga bank sentral untuk meredam inflasi, dengan banyak yang khawatir mereka akan mendorong ekonomi utama ke dalam resesi.

Indeks Hang Seng merosot 2,23 persen, atau 384,30 poin, menjadi 16.832,36 berakhir di bawah 17.000 untuk pertama kalinya sejak 2011.

Namun Indeks Shanghai Composite naik 0,19 persen, atau 5,65 poin, menjadi 2.979,79, sedangkan Indeks Shenzhen Composite di bursa kedua China naik tipis 0,61 persen, atau 11,50 poin, menjadi 1.882,00.

Emas

Emas menghapus kerugian awal karena reli dolar terhenti, dengan para pedagang mengamati prakiraan ekonomi yang suram dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Reli tanpa henti dalam greenback melambat di tengah kekhawatiran pertumbuhan global sementara imbal hasil Treasury turun dari tertinggi multi-tahunan. Itu membantu mengangkat emas karena dihargai dalam mata uang AS dan tidak membayar bunga.

Namun, logam mulia melayang jauh di bawah level $1.700 karena ekspektasi kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve membatasi kenaikan harga. Pengetatan bank sentral AS telah membuat emas kehilangan seperlima nilainya sejak mencapai tertinggi tahun ini di bulan Maret.

Jumlah emas yang disimpan di dana yang diperdagangkan di bursa telah berkontraksi selama 17 minggu terakhir, rentang waktu terpanjang sejak 2018. Itu menandakan berkurangnya selera investor, meskipun dana lindung nilai mempersingkat bullion melalui Comex memangkas taruhan bearish mereka minggu lalu.

Semua mata akan tertuju pada data inflasi AS minggu ini yang akan dirilis pada hari Kamis, dengan angka yang kuat mungkin memperburuk tekanan pada bank sentral untuk terus meningkatkan biaya pinjaman.

Emas spot naik 0,6% pada $1.677,85 per ons pada pukul 14:01 siang di New York, setelah turun 1,6% pada hari Senin. Bullion untuk pengiriman Desember naik 0,6% menjadi menetap di $1.686,00 di Comex. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,2%. Perak dan paladium turun, sementara platinum mengalami kenaikan.

Minyak

Minyak berjangka turun pada hari Selasa (11/10), memperpanjang kerugian mereka untuk sesi kedua berturut-turut.

Harga melemah dengan kekhawatiran resesi “berjalan tinggi,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di The Price Futures Group.

Kekhawatiran tentang permintaan energi dari China ditengah meningkatnya infeksi COVID-19 juga berkontribusi pada tekanan harga, katanya.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman bulan November turun $ 1,78, atau hampir 2%, menjadi menetap di $ 89,35 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sumber : ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Pemerintah AS Batasi Penjualan Semikonduktor ke Tiongkok, Wall Street Melemah

equityworld – Wall Street melemah pada Senin (10/10/2022) setelah pemerintah Amerika Serikat membatasi penjualan semikonduktor ke Tiongkok.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 93,91 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 29.202,88. Indeks S&P 500 melemah 27,27 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 3.612,39. Indeks komposit Nasdaq merosot 110,30 poin, atau sekitar 1,04 persen, menjadi 10.542,10.

Indeks Philadelphia Semiconductor terjun 3,5 persen setelah pemerintah AS menerbitkan berbagai aturan ekspor baru pekan lalu, termasuk pembatasan ekspor beberapa jenis semikonduktor ke Tiongkok.

Akibat kabar tersebut, saham Nvidia terjun 3,4 persen. Saham Qualcomm, Micron Technology, dan Advanced Micro Devices juga mengalami pelemahan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman November 2022 turun US$1,89 persen menjadi US$1.668,40 per ons. Indeks dolar AS naik 0,3 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,4 persen, dipicu kehati-hatian para investor jelang dirilisnya laporan keuangan terbaru para emiten.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 31,78 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 6.959,31. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 0,06 poin menjadi 12.272,94.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 23,40 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 7.413,50. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 26,39 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 5.840,55.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,41 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1046 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,2 persen menjadi 1,1405 euro per pound.

Sumber : Pasardana, Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Reli Minyak Terhenti saat Kekhawatiran Kenaikan Fed Membebani Permintaan Energi

equityworld – Harga minyak merosot pada perdagangan hari Senin (10/10) karena kekhawatiran akan permintaan energi yang berasal dari kebijakan moneter yang lebih ketat membuat reli yang dipicu oleh keputusan OPEC+ untuk memangkas pasokan terhenti.

West Texas Intermediate turun menuju $92 per barel, dengan pasar China dibuka kembali setelah jeda nasional selama seminggu. Pekan lalu, patokan minyak AS melonjak 17% setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia menyetujui pengurangan produksi 2 juta barel per hari.

Pedagang khawatir bahwa bank sentral utama termasuk Federal Reserve akan mendorong suku bunga lebih dalam ke wilayah terbatas untuk meredam inflasi. Data AS pekan lalu menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih kuat, mengipasi ekspektasi bahwa The Fed akan menaikan lagi tingkat 75 basis poin bulan depan.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman November turun 0,4% menjadi $92,24 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 09:47 pagi waktu Singapura. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi $97,54 per barel di ICE Futures Europe exchange. (Arl)

Sumber : Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Minyak Berjangka A.S. Berakhir Lebih Tinggi untuk Sesi ke-4 Berturut-turut

equityworld – Minyak berjangka berakhir lebih tinggi untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Kamis (6/10), terus mencari dukungan sehari setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka mengumumkan pengurangan produksi 2 juta barel mulai November.

Patokan minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman November naik 69 sen, atau 0,8%, untuk menetap di $88,45 barel di New York Mercantile Exchange. Itu adalah penyelesaian bulan depan tertinggi sejak 14 September, menurut data FactSet. (Arl)

Sumber : Marketwatch, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Dolar Bertahan pada Kenaikan saat Spekulasi pada kenaikan Suku Bunga Berlanjut

equityworld – Dolar berjuang untuk pijakan dalam perdagangan berombak pada Kamis (6/10), dengan dukungan dari data ekonomi AS yang optimis dan komentar pembuat kebijakan yang hawkish, sementara prospek harga energi yang lebih tinggi membantu mata uang eksportir dan membebani mata uang importir.

Dolar naik 1% pada euro dan 1,3% pada sterling semalam dan mencoba menahan kenaikan tersebut di awal perdagangan yang bergejolak di Asia. Euro kini telah melakukan dua upaya yang gagal untuk mendapatkan kembali keseimbangan pekan ini dan terakhir dibeli di $0,9916. Rebound Sterling dari rekor terendah telah berhenti tepat di bawah $ 1,15.

Industri jasa AS membukukan ekspansi satu bulan lagi di bulan September, data menunjukkan semalam, sementara angka pasar tenaga kerja solid dan defisit perdagangan menyempit. Presiden Fed San Francisco Mary Daly menegaskan kembali fokus pembuat kebijakan pada melawan inflasi dan menepis harapan pasar untuk penurunan suku bunga pada tahun 2023.

Pasar obligasi secara global terjual tajam. Suku bunga berjangka menyiratkan lebih dari 130 basis poin pengetatan ke depan untuk The Fed sebelum pertengahan tahun depan.

Indeks dolar AS 0,06% lebih rendah menjadi 110,86, dari posisi terendah di dekat 110 dari awal pekan ini, meskipun beberapa jarak di bawah tertinggi 20 tahun pekan lalu di 114,78.

Sterling terakhir dibeli pada $ 1,1367, sedangkan dolar Australia dan Selandia Baru masing-masing naik sekitar 0,4%, membawa Aussie menjadi $0,6518 dan kiwi menjadi $0,5772.

Yen, yang telah dipertahankan stabil oleh risiko intervensi Jepang lebih lanjut, duduk di 144,57 per dolar. (Tgh)

Sumber: Reuters, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Dow S&P 500 Futures Koreksi Usai Indeks Acuan Melanjutkan Reli

equityworld – Bursa saham berjangka AS turun pada Rabu pagi. Indeks utama memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut setelah data lowongan pekerjaan JOLTS yang lebih lemah mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan mengurangi kenaikan suku bunga yang agresif.

Pukul 07.20 WIB, Dow Jones Futures, dan Nasdaq 100 Futures, S&P 500 Futures turun 0,3% lebih.

Dalam perdagangan usai jam kerja, Airbnb Inc (NASDAQ:ABNB) naik 0,95%, Emerson Electric Company (NYSE:EMR) menguat 4,5% dan Amylyx Pharmaceuticals Inc (NASDAQ:AMLX) turun 5%.

Menjelang sesi hari Rabu, para pelaku pasar akan berfokus pada data perubahan ketenagakerjaan ADP dan neraca perdagangan serta PMI non-manufaktur ISM.

Selama sesi reguler hari Selasa, Dow melonjak 825,4 poin atau 2,8% di 30.316,3, S&P 500 melesat 112,5 poin atau 3,1% ke 3.790,9 dan Nasdaq Composite naik 361 poin atau 3,3% di 11.176,4.

Di pasar obligasi, imbal hasil Obligasi 10 tahun naik 0,22%.

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Minyak Stabil pasca Reli Menjelang Pertemuan OPEC+

equityworld – Minyak stabil setelah kenaikan satu hari terbesar sejak Mei karena para pedagang menantikan pertemuaan OPEC+ untuk memenuhi ekspektasi untuk pengurangan besar dalam pasokan.

West Texas Intermediate diperdagangkan di atas $83 per barel setelah reli lebih dari 5% pada hari Senin. Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia akan mempertimbangkan untuk mengurangi produksi lebih dari 1 juta barel per hari ketika mereka bertemu pada Rabu mendatang, menurut delegasi.

Pertemuan OPEC+ di Wina akan menjadi pertemuan langsung pertama grup tersebut sejak pandemi memaksa grup tersebut melakukan pertemuan online. Selain itu, para menteri berencana mengadakan konferensi pers setelah sesi mereka, briefing pertama sejak tahun lalu.

Minyak WTI untuk pengiriman November turun 0,3% menjadi $83,35 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:06 pagi waktu Singapura.

Minyak Brent untuk pengiriman Desember ditutup 4,4% lebih tinggi pada $88,86 per barel di ICE Futures Europe exchange pada hari Senin. (Tgh)

Sumber: Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

Design a site like this with WordPress.com
Get started