Equityworld – Saham-saham di Asia Pasifik bergerak ragam pada Kamis (15/07) pagi. Investor mencerna data ekonomi China yang beragam bersama kesaksian Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa pemulihan ekonomi dari COVID-19 “masih jauh ” dari level yang dibutuhkan untuk memulai tapering aset.
Shanghai Composite China turun tipis 0,11% di 3.524,71 pukul 09.46 WIB dan Shenzhen Component melemah 0,28% di 15.014,59 menurut data Investing.com. Data yang dirilis sebelumnya mengatakan PDB kuartal II China tumbuh 7,9% tahun ke tahun dan 1,3% kuartal ke kuartal. Ia juga mengatakan produksi industri tumbuh 8,3% tahun ke tahun di bulan Juni dan tingkat pengangguran tidak berubah sebesar 5%.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,71% di 6.021,43 pukul 09.57 WIB.
Data tersebut muncul saat perdebatan tentang apakah pemulihan COVID-19 di ekonomi terbesar kedua di dunia itu sedang memuncak. Jatuh tempo pinjaman kebijakan yang akan datang dapat menunjukkan sejauh mana People’s Bank of China (PBOC) akan lebih jauh melonggarkan kebijakan moneter.
Sementara itu, ketegangan China-AS terus membara karena AS mengatakan tidak berencana untuk menghidupkan kembali dialog ekonomi reguler dengan China yang ditangguhkan di bawah pemerintahan Donald Trump sebelumnya. Senat AS juga meloloskan undang-undang untuk melarang semua produk dari Provinsi Xinjiang China.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,24% di 28.087,62 pukul 09.50 WIB. Kota ini sekarang akan mengizinkan para penduduk dan pekerja yang divaksinasi untuk kembali dari negara-negara yang dianggap sangat berisiko tinggi, termasuk Inggris, Brasil, India, Pakistan, Indonesia, Filipina, Afrika Selatan, dan Nepal. Siswa yang tidak divaksinasi juga dapat pulang dari Inggris di bawah relaksasi aturan.
KOSPI Korea Selatan naik 0,21% di 3.271,62 usai Bank of Korea mempertahankan suku bunganya tidak berubah sebesar 0,5% dalam keputusan kebijakannya sebelumnya. Data perdagangan Juni yang juga dirilis sebelumnya mengatakan ekspor tumbuh 39,8% tahun ke tahun, impor tumbuh 40,7% tahun ke tahun dan neraca perdagangan mencapai KRW4,45 miliar ($3,87 juta).
Dari kabar COVID-19, negara itu memecahkan rekor lain sebanyak 1.600 kasus harian dilaporkan pada 15 Juli.
Nikkei 225 225 Jepang turun 1,03% di 28.313,50 pukul 09.52 WIB sebelum keputusan kebijakan Bank of Japan yang akan diketahui pada hari Jumat.
Di Australia, ASX 200 turun tipis 0,08% di 7.348,50 usai data tenaga kerja yang lebih rendah dari perkiraan untuk Juni yang dirilis sebelumnya. Perubahan pekerjaan lebih rendah dari perkiraan sebanyak 29.100 dan perubahan lapangan kerja penuh mencapai 51.600 sedangkan tingkat pengangguran lebih baik dari perkiraan yakni 4,9%.
Powell memberikan kepastian dalam kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS pada hari Rabu bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif dan tekanan inflasi kemungkinan akan moderat. Namun, ia menegaskan kembali bahwa bank sentral siap untuk bertindak jika inflasi bertahan lama dan mendasar di atas target 2%.
Investor optimis namun hati-hati menjelang kesaksian kedua Powell di kemudian hari.
“Powell memberikan kesaksian yang lebih dovish daripada yang diantisipasi kepada Kongres… kami terus berharap The Fed akan mengumumkan niatnya untuk mulai mengurangi pembelian aset pada pertemuan September dan mulai mengurangi pada Oktober,” ahli strategi Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY) Kim Mundy mengatakan dalam catatan.
Sumber : Reuters, Investing
Equityworld Futures