Saham Hong Kong Naik di Awal Sesi

Equityworld – Saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Selasa pagi (8/6) setelah mengalami kerugian sehari sebelumnya, dengan investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke rilis data inflasi AS akhir pekan ini.

Indeks Hang Seng naik 0,39 persen, atau 113,24 poin, ke level 28.900,52.

Indeks Shanghai Composite datar, turun tipis 0,79 poin ke level 3.598,75, sedangkan Indeks Shenzhen Composite di bursa kedua China juga hampir tidak bergerak, naik tipis 0,66 poin ke level 2.414,57. (Arl)

Sumber : AFP, Ewfpro
Equityworld Futures

Bursa Saham Hong Kong Melesu di Penutupan

Equityworld – Saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada hari Senin (7/6) karena para pedagang mempertimbangkan kekhawatiran mengenai suku bunga yang lebih tinggi menyusul komentar Menteri Keuangan AS Janet Yellen.

Indeks Hang Seng turun 0,45%, atau 130,82 poin, menjadi 28.787,28.

Indeks Shanghai Composite naik 0,21%, atau 7,70 poin, menjadi 3.599,54 sementara Shenzhen Composite di bursa kedua China bertambah 0,26%, atau 6,26 poin, menjadi 2.413,91.(yds)

Sumber: AFP, Ewfpro
Equtyworld Futures

Saham Nikkei Melemah pada Pembukaan

Equity World – Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Jumat (4/6), dengan investor kecewa dengan penurunan di Wall Street dan semua mata tertuju pada data pekerjaan AS yang akan dirilis hari ini.

Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,72 persen atau 210,35 poin menjadi 28.847,76 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,34 persen atau 6,59 poin menjadi 1.952,11. (Tgh)

Sumber: AFP, Ewfpro
Equityworld Futures

Kapal Kargo Tenggelam di Sri Lanka, Picu Bencana Lingkungan

Equity World – Kapal kargo yang membawa berton-ton bahan kimia tenggelam di dekat pelabuhan utama Sri Lanka, kata pemerintah, Rabu (2/6). Musibah itu memicu salah satu bencana lingkungan laut terburuk di negara itu.

MV X-Press Pearl, kapal yang terdaftar di Singapura, terbakar setelah terjadi ledakan pada 20 Mei ketika berlabuh di lepas pantai bagian barat Sri Lanka. Angkatan Laut Sri Lanka yakin kebakaran itu disebabkan oleh bahan kimia.

Berton-ton pelet plastik mencemari perairan perikanan negara itu, mendorong pemerintah untuk menangguhkan penangkapan ikan di sepanjang garis pantai sepanjang 80 kilometer. Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan ratusan tentara dikerahkan untuk membersihkan pantai-pantai yang terkena dampak.

Para ahli penyelamatan mengatakan kapal itu mulai tenggelam, Rabu setelah upaya pemadaman api selama dua minggu terakhir gagal, dan menyebabkan kontainer bahan kimia yang terbakar itu jatuh ke laut.

Operator kapal, X-Press Feeders, mengatakan para ahli menaiki kapal dan memasang tali derek, tetapi “upaya untuk memindahkan kapal ke perairan yang lebih dalam gagal.”

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Kapten Indika de Silva mengatakan angkatan laut sedang bersiap-siap membersihkan tumpahan minyak yang terjadi setelah kapal itu tenggelam.

Ahli lingkungan Sri Lanka Ajantha Perera mengatakan 81 kontainer barang berbahaya dan sekitar 400 kontainer minyak diyakini berada di atas kapal dan tenggelamnya kapal itu bisa memicu “bencana lingkungan yang mengerikan.”

MV X-Press Pearl menuju ke Singapura melalui ibu kota Sri Lanka, Kolombo, setelah meninggalkan pelabuhan Hazira di India pada 15 Mei.

Sumber : VOA, Ewfpro
Equityworld Futures

China Tuduh AS “Politisasi” Asal Virus Corona

Equity World – China hari Senin (31/5) mengecam Amerika karena “mempolitisasi” pelacakan asal virus corona, dengan mengatakan itu telah menghalangi upaya internasional untuk “memerangi wabah dan menyelamatkan nyawa.”

Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika dan Inggris meningkatkan seruan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengkaji secara lebih mendalam kemungkinan asal muasal Covid-19, termasuk melakukan kunjungan lagi ke China, ke tempat perebakan pertama pada manusia terdeteksi.

Dorongan baru ini datang setelah Presiden Amerika Joe Biden menginstruksikan badan-badan intelijen Amerika untuk “melipatgandakan” upaya menemukan informasi tentang bagaimana pandemi ini berawal.

Beijing menganggap perintah itu sebagai manipulasi politik. “Kami menilai pekerjaan pelacakan virus harus bergantung pada ilmuwan, dibanding pada personil intelijen,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konperensi pers harian.

Wang mendesak Amerika dan sekutu-sekutunya untuk “tidak menyabotase” kerjasama penelusuran asal muasal Covid-19 “untuk tujuan politik tersembunyi.”

Dalam laporan pertama Maret lalu, sejumlah pakar WHO dan China mengatakan skenario yang paling mungkin tentang pandemi ini adalah penularan dari kelelawar ke manusia, lewat hewan perantara; dan “hampir tidak mungkin” jika virus corona merupakan kecelakaan laboratorium.

Ditanya tentang laporan Jumat lalu (28/5) bahwa pemerintah Amerika memblokir impor makanan laut dari sebuah perusahaan China yang menurut pihak berwenang mempekerjakan paksa sejumlah orang dalam kondisi seperti perbudakan, Wang mengatakan “tuduhan itu jelas rekayasa total.”

Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai Amerika CPB mengatakan akan segera menangguhkan impor apapun yang terkait dengan lebih dari 30 kapal yang dioperasikan oleh Dalian Ocean Fishing, berdasarkan UU yang melarang barang-barang yang diduga diproduksi dengan kerja paksa.

“Dalian Ocean Fishing tidak pernah menjual produk apapun ke Amerika, jadi sebenarnya tidak ada yang bisa disita Amerika,” bantah Wang.

Secara terpisah Wang mendesak Australia dan Selandia Baru untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri China “dengan kedok hak asasi manusia.”

Dalam pertemuan tatap muka pertama – sejak merebaknya virus corona – Perdana Menteri Australia Scott Morison dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyampaikan keprihatinan mendalam tentang kondisi hak asasi manusia di Xinjiang, di barat laut China; dan menuntut China mengizinkan kunjungan “bermakna” oleh PBB dan pihak-pihak lain ke wilayah itu.

“Kami sekali lagi mendesak pihak terkait untuk berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggungjawab dan melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perkembangan hubungan bilateral dan perdamaian, serta stabilitas di kawasan,” tegas Wang.

Sumber : VOA, Ewfpro
Equityworld Futures

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 31 Mei 2021: Gak Berkutik Lawan Mata Uang Global

Equity World – Nilai tukar rupiah tak berkutik saat berhadapan dengan mayoritas mata uang global. Dilansir dari RTI, rupiah hari ini bergerak cenderung melemah di kisaran Rp14.300 per dolar AS pada Senin, 31 Mei 2021 yang bertepatan dengan hari kejepit nasional (harpitnas).

Sampai dengan pukul 10.15 WIB, rupiah terapresiasi tipis 0,09% ke level Rp14.310 per dolar AS. Rupiah kini juga menguat terbatas di hadapan poundsterling (0,02%). Pada saat yang sama, mata uang Garuda memerah atas dolar Australia (-0,16%) dan (-0,06%). Baca Juga: Harpitnas, Berapa Harga Emas Antam (JK:ANTM) Per Senin, 31 Mei 2021?

Performa rupiah di tingkat regional per hari ini melemah terhadap ringgit (0,37%), yen (-0,14%), yuan (-0,13%), dan won (-0,08%). Selebihnya, rupiah unggul melawan dolar Taiwan (0,27%), dolar Hong Kong (0,11%), dolar Singapura (0,03%), dan bah (0,02%). Baca Juga: Harpitnas, Berapa Harga Emas Antam Per Senin, 31 Mei 2021?

Awal pekan ini, dolar AS tertekan oleh hampir semua mata uang regional. Termasuk rupiah, mata uang Asia yang menghijau atas dolar AS meliputi yen, yuan, dolar Hong Kong, won, ringgit, baht, dan dolar Taiwan.

Sumber : Warta Ekonomi, Investing
Equityworld Futures

Bursa Asia Bergerak Naik Pasca Rilis Data Ekonomi Optimis dari AS

Equityworld – Saham-saham di Asia Pasifik bergerak naik pada Jumat (28/05) pagi setelah Amerika Serikat mengumumkan data ekonomi yang solid dan Presiden AS Joe Biden juga dilaporkan berencana untuk mengusulkan anggaran senilai $6 triliun untuk tahun fiskal 2022.

Nikkei 225 Jepang melonjak 2,17% ke 29.168,00 pukul 11.22 WIB menurut data Investing.com. Negara sakura tersebut berencana untuk memperpanjang status keadaan darurat COVID-19 yang diberlakukan saat ini dan mencakup delapan prefektur, termasuk Tokyo. Jika diterapkan, status ini akan diperpanjang hingga 20 Juni, sebulan sebelum Olimpiade Tokyo akan dimulai.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,03% di 5.843,61 pada sesi I Jumat (28/05) pagi.

KOSPI Korea Selatan menguat 0,89% di 3.193,56 dan ASX 200 Australia naik 1,16% di 7.177,00 pukul 11.23 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,66% di 29.306,25 dan kota tersebut mengesahkan RUU untuk mengubah sistem pemilihannya pada hari Kamis.

Shanghai Composite China stabil di level 3.609,03 dan Shenzhen Component naik 0,14% di 14.917,39.

Biden dilaporkan akan mengusulkan anggaran pada tahun fiskal mendatang hari ini.

“Gedung Putih telah memutuskan untuk merilis apa yang bisa dibilang dokumen kebijakan paling penting tahun ini pada Jumat sore sebelum akhir pekan tiga hari pada awal reses kongres AS, ketika kemungkinan akan mendapat sedikit perhatian, daripada rilis Senin pagi seperti biasanya saat Kongres AS sedang dalam sesi,” analis Goldman Sachs (NYSE:GS) Group Inc. mengatakan dalam catatan.

Investor sudah khawatir bahwa skala langkah-langkah stimulus akan menyebabkan inflasi, yang pada akhirnya memaksa The Fed untuk mengurangi pembelian aset dan mengetatkan suku bunga pinjaman lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, lebih banyak pengeluaran akan membantu pertumbuhan dunia, ekuitas global meningkat, dan kepercayaan investor, menurut Kyle Rodda, analis pasar di IG.

“Ini adalah pasar yang meledak sedikit buih selama tiga minggu terakhir, tetapi tidak ada yang terjadi yang menunjukkan bahwa pasar bullish saham berada di bawah ancaman yang akan datang … kemungkinan momentum telah melambat, dan itu bisa tetap ada kasusnya untuk sementara waktu, tetapi pasar bullish masih cukup kuat,” Rodda menjelaskan kepada Reuters.

Di sisi data, data AS yang dirilis pada hari Kamis mengungkapkan PDB untuk kuartal pertama 2021 meningkat sebesar 6,4%, sama dengan sesi sebelumnya tetapi sedikit di bawah pertumbuhan perkiraan 6,5% yang disiapkan oleh Investing.com.

Data lain yang dirilis pada hari yang sama termasuk Klaim Pengangguran Awal, yang turun ke level terendah 14 bulan di 406.000 selama seminggu terakhir. Penjualan Rumah Lama bulan April, yang mengalami kontraksi 4,4% bulan ke bulan, berada di bawah perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan pertumbuhan 1,7% di bulan Maret.

Investor sekarang menunggu data lebih lanjut, yaitu Core Personal Consumption Expenditure Price Index dan Personal Spending bulan April, yang akan dirilis hari ini.

Pemulihan ekonomi berkelanjutan dari COVID-19 menopang sentimen investor, dan penegasan Federal Reserve AS bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan juga meredakan kekhawatiran investor.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga mengatakan pada hari Kamis bahwa tekanan harga akan sementara, meskipun inflasi kemungkinan akan bertahan hingga akhir 2021 sebelum berkurang.

“Penilaian saya saat ini adalah inflasi baru-baru ini yang kita lihat akan bersifat sementara, itu bukan sesuatu yang endemik… Saya berharap ini akan bertahan, namun, untuk beberapa bulan lagi, dan akan melihat tingkat inflasi tahunan yang tinggi hingga akhir tahun ini,” papar Yellen.

Terkait COVID-19, investor berharap percepatan tingkat vaksinasi akan membantu meringankan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang baru-baru ini muncul kembali di beberapa negara.

Sumber : Reuters, Investing

Bursa Saham Tokyo Melemah di Pembukaan | Equityworld Futures

Equityworld – Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Kamis (27/5) dalam perdagangan hati-hati setelah reli moderat di Wall Street, karena investor mempertimbangkan prospek pemulihan di negara-negara ekonomi utama.

Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,31% atau 88,63 poin menjadi 28.553,56 pada awal perdagangan, sedangkan indeks Topix merosot 0,22% atau 4,19 poin menjadi 1.916,48.(yds)

Sumber: AFP, Ewfpro
Equityworld Futures

Konflik Timur Tengah Timbulkan Perpecahan dan Ketegangan di Eropa

Equityworld – Demonstrasi pro-Palestina berlanjut di seluruh Eropa akhir pekan lalu meskipun ada gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas. Demonstrasi tersebut merupakan salah satu akibat dari kekerasan di Timur Tengah yang telah memecah belah negara-negara anggota Uni Eropa dan menimbulkan ketakutan akan kerusuhan di dalam negeri.

Ribuan warga, Sabtu ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Paris dan kota-kota Prancis lainnya. Demonstrasi juga bergema di ibu kota Eropa lainnya sebagai solidaritas untuk perjuangan Palestina.

Di Place de la Republique, di ibu kota Prancis, pengunjuk rasa meneriakkan “Palestina akan menang”, dan “Israel, pembunuh” yang menyuarakan kemarahan atas bentrokan baru-baru ini antara Israel dan Hamas, yang sebagian besar menewaskan warga Palestina.

Eric Conquerel, seorang anggota parlemen dari partai sayap kiri France Unbowed, yang ikut dalam demonstrasi di Paris, mengatakan ia malu pada pemerintahnya karena diduga bersikap lunak terhadap Israel. Pandangannya mencerminkan perpecahan politik yang lebih luas dengan banyak warga yang mendukung aliran kiri Prancis bersimpati kepada Palestina, sementara pendukung aliran kanan mendukung Israel.

Prancis, satu-satunya anggota tetap Uni Eropa di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, minggu lalu bekerja sama dengan Mesir dan Yordania untuk membantu mendorong gencatan senjata yang pada hari Jumat akhirnya tercapai antara Israel dan Hamas.

Namun secara keseluruhan, beberapa analis mengatakan, Uni Eropa tersisih dalam lonjakan terbaru kekerasan Timur Tengah ini, sebagian karena tanggapannya yang terpecah belah. Negara-negara seperti Jerman, Hongaria, dan Austria sangat mendukung Israel. Negara lain seperti Belgia, Luksemburg dan Swedia lebih kritis. Namun, beberapa analis mencatat kecenderungan jelas pro-Israel di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika diwawancarai media Prancis, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Minggu membantah dugaan kurangnya pengaruh Uni Eropa. Ia menyerukan kebijakan langkah-langkah kecil untuk mencegah serangan terbaru kekerasan Israel-Palestina kembali terjadi.

Dinamika internal juga membentuk respons Eropa yang terpecah. Negara-negara berpenduduk Muslim dan Yahudi yang besar takut ketegangan di Timur Tengah akan terjadi di dalam negeri.

Sumber: VOA, Ewfpro
Equityworld Futures

Saham AS Berakhir Beragam pasca Data Ekonomi yang Kuat

Equityworld – Saham AS berakhir beragam pada hari Jumat (21/5), dengan kekhawatiran inflasi membayangi pada akhir pekan perdagangan yang bergejolak.

Saham Dow Jones Industrial Average naik dengan dukungan saham Boeing, yang melonjak karena sumber industri mengatakan pembuat pesawat telah menyusun rencana awal untuk meningkatkan produksi 737 MAX menjadi sebanyak 42 jet sebulan pada musim gugur 2022.

Data IHS Markit menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada Mei di tengah permintaan domestik yang kuat, tetapi simpanan pekerjaan yang belum selesai menumpuk karena produsen berjuang untuk menemukan bahan baku dan tenaga kerja.

Saham Dow Jones Industrial Average naik 124,75 poin, atau 0,37% menjadi 34.208,9, Indeks S&P 500 kehilangan 3,04 poin, atau 0,07% menjadi 4.156,08 dan Indeks Nasdaq Composite turun 64,75 poin, atau 0,48% menjadi 13.470,99. (Tgh)

Sumber: Reuters, Ewfpro
Equityworld Futures

Design a site like this with WordPress.com
Get started