PT Equityworld Futures – Emas Ditutup pada Rekornya karena Dolar Melemah pasca Kesaksian Powell

Emas Mencapai Rekor Kelima Berturut-turut

Emas ditutup pada level tertinggi baru untuk sesi kelima berturut-turut pada hari Kamis (7/3). Hal ini terjadi karena dolar melemah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan dalam kesaksiannya kepada Kongres bahwa dia memperkirakan penurunan suku bunga harus dimulai tahun ini, meskipun dengan pandangan yang tetap hati-hati.

Harga Emas pada Penutupan

Emas untuk pengiriman April ditutup naik sebesar US$7,00 dan menetap di US$2,165.20 per ounce. Momentum ini terus mendorong kenaikan harga emas di tengah lemahnya data ekonomi AS dan pernyataan Powell yang ditafsirkan sebagai agak dovish.

Pernyataan Saxo Bank

Menurut Saxo Bank, “Momentum emas membuatnya mencapai rekor tertinggi baru di tengah lemahnya data ekonomi AS dan pernyataan Powell yang ditafsirkan sebagai agak dovish, menyebabkan dolar dan imbal hasil Treasury lebih rendah.”

Pelemahan Dolar Membuat Emas Lebih Terjangkau

Dolar yang melemah membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Indeks dolar ICE terakhir terlihat turun 0,51 poin menjadi 102,86. Ini juga mempengaruhi imbal hasil Treasury, dengan obligasi dua tahun AS terakhir terlihat membayar 4,535%, turun 2,5 basis poin, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun naik 1,3 basis poin menjadi 4,114%.

Berita Terkait

Emas Naik Tipis, Didukung oleh Spekulasi Penurunan Suku Bunga Fed

Emas juga sedikit lebih tinggi di awal sesi Asia pada Jumat (8/3), didukung oleh spekulasi penurunan suku bunga Fed. Spekulasi ini diyakini akan meningkatkan daya tarik logam mulia tanpa bunga.

Emas Perpanjang Pemecahan Rekornya

Pada hari sebelumnya, emas memperpanjang kenaikan rekornya ke level tertinggi baru sepanjang masa. Ini dipicu oleh spekulasi mengenai kebijakan Federal Reserve, risiko geopolitik, dan pembelian dana makro.

Emas Melanjutkan Reli ke Rekornya

Harga emas terus melonjak ke rekor tertingginya pada hari Kamis (7/3), bersiap untuk kenaikan harian ketujuh berturut-turut. Ini dipicu oleh lesunya data ekonomi AS dan indikasi dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Emas Sentuh Rekor Baru setelah Indikasi Penurunan Suku Bunga

Emas naik ke rekor tertingginya untuk melanjutkan reli tajam yang dipicu oleh indikasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini. Emas batangan bahkan mencapai puncak $2,161.48 per ons.

Emas Dekati Rekor Tertinggi

Emas juga bertahan mendekati rekor tertingginya, setelah reli tajam selama enam sesi sebelumnya. Ini didukung oleh indikasi Federal Reserve akan menurunkan suku bunganya tahun ini.

Kesimpulan

Emas ditutup pada rekor tertingginya karena dolar melemah setelah pernyataan Jerome Powell yang memicu harapan akan penurunan suku bunga. Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Semua ini memberikan gambaran tentang volatilitas pasar yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kebijakan moneter.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Harga Emas Meningkat Akibat Pernyataan ‘Dovish’ Ketua The Fed

Pernyataan Powell dan Dampaknya Terhadap Harga Emas

Harga emas di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Rabu (Kamis pagi WIB) berkat pernyataan ‘dovish’ yang dibuat oleh Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman bulan April naik 16,30 dolar AS atau 0,76 persen, mencapai 2.158,20 dolar AS per ons. Powell, dalam pidatonya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat AS, menyatakan kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini, menyebut bahwa suku bunga telah mencapai puncak siklusnya saat ini. Dia juga mengindikasikan bahwa The Fed membutuhkan lebih banyak kepercayaan dalam menjaga inflasi sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga.

Dampak Pernyataan ‘Dovish’ Terhadap Pasar

Pernyataan Powell mengakibatkan penurunan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi, yang pada gilirannya meningkatkan harga emas. Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, dalam konferensi di Oregon, juga menggarisbawahi bahwa biaya perumahan yang meningkat telah berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi. Namun, Daly menekankan bahwa mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini dan terlalu lama memperpanjang pemotongan suku bunga dapat merugikan ekonomi nasional.

Data Ekonomi Terbaru

Data ekonomi yang dirilis menunjukkan tren yang bervariasi. Automated Data Processing Inc melaporkan peningkatan lapangan kerja sektor swasta AS sebanyak 140.000 pekerjaan pada bulan Februari, dengan gaji tahunan naik 5,1 persen secara tahunan. Departemen Perdagangan AS melaporkan penurunan persediaan grosir sebesar 0,3 persen, berbeda dari ekspektasi yang menunjukkan penurunan 0,1 persen pada bulan Januari. Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat bahwa pengusaha AS mengunggah 8,86 juta lowongan pekerjaan pada bulan Januari.

Pergerakan Harga Logam Mulia Lainnya

Terkait dengan logam mulia perak, untuk pengiriman bulan Mei naik 50,90 sen atau 2,12 persen menjadi 24.493 dolar per ons. Harga platinum untuk pengiriman bulan April juga naik 27,20 dolar atau 3,07 persen, mencapai 914,40 dolar per ons.

Proyeksi dan Reaksi Pasar

Laporan pekerjaan Februari AS akan dirilis pada hari Jumat, dan pasar akan memperhatikan data ini dengan cermat. Reaksi pasar terhadap pernyataan Powell dan data ekonomi yang bervariasi menunjukkan ketidakpastian di pasar keuangan. Investor cenderung mencari perlindungan pada aset safe haven seperti emas dalam situasi ini.

Kesimpulan

Dengan pernyataan ‘dovish’ Ketua The Fed Jerome Powell, harga emas mengalami kenaikan pada Rabu. Pernyataan ini mengindikasikan kemungkinan pemangkasan suku bunga AS tahun ini, yang menghasilkan dampak positif pada harga emas. Reaksi pasar terhadap data ekonomi yang beragam menunjukkan ketidakpastian, dan investor cenderung mencari aset safe haven seperti emas. Menyusul pergerakan harga emas, perhatian pasar akan tertuju pada laporan pekerjaan AS yang akan dirilis hari Jumat.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Harga Minyak Turun Meskipun Rencana Pertumbuhan China

Pada saat berita ini ditulis, harga minyak dunia mengalami penurunan, dipengaruhi oleh kekhawatiran akan permintaan yang lebih lemah meskipun China mengungkapkan rencana pertumbuhan yang ambisius. Berikut adalah ikhtisar singkat tentang faktor-faktor yang memengaruhi harga minyak saat ini:

1. Pemangkasan Harga Minyak

  • Harga minyak turun pada pukul 14:30 ET (19:30 GMT) pada hari ini. West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar 0,9% menjadi $78,02 per barel, sedangkan Brent oil futures yang berakhir pada bulan Mei turun sebesar 0,7% menjadi $82,83 per barel.

2. Target Pertumbuhan GDP China

  • China menetapkan target pertumbuhan GDP sebesar 5% untuk tahun 2024, yang sama dengan tahun sebelumnya. Namun, target ini tidak memberikan optimisme yang cukup kepada investor, terutama karena sinyal pemerintah masih terbatas terhadap pemulihan ekonomi yang lamban.

3. Data PMI Swasta China

  • Data indeks manajer pembelian (PMI) swasta yang lemah yang dirilis pada hari Selasa juga menambah sentimen negatif terhadap permintaan minyak.

4. Produksi Minyak AS

  • Data persediaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute yang akan dirilis pada hari Selasa dan laporan lebih lanjut dari EIA pada hari Rabu akan closely watched.

5. Percakapan Gencatan Senjata Gaza

  • Panggilan yang semakin meningkat dari pejabat AS untuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah mempengaruhi pasar dengan mengharapkan peluang de-eskalasi di Timur Tengah.

6. Dampak Konflik Israel-Hamas

  • Ketegangan antara Israel dan Hamas, yang telah menolak panggilan untuk gencatan senjata, telah menjadi poin penting dalam mendukung harga minyak dalam beberapa bulan terakhir. Konflik ini juga telah berdampak pada Selat Merah, mengganggu aktivitas di jalur pengiriman antara Eropa dan Asia.

Dengan kombinasi faktor-faktor ini, harga minyak saat ini tetap berada di bawah tekanan, dan para pelaku pasar akan terus memantau berbagai pengumuman dan data ekonomi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang arah harga minyak ke depannya.

Ini adalah gambaran singkat tentang situasi saat ini, dan kita harus memperhatikan berbagai perubahan yang dapat mempengaruhi pasar minyak dalam beberapa minggu ke depan. Semua mata tertuju pada berbagai faktor ini untuk memahami bagaimana harga minyak akan bereaksi dalam waktu yang akan datang.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Kekhawatiran Makro Yang Besar Daripada Pengurangan Pasokan OPEC+, Minyak Masih Lesu

Pada hari Selasa, 5 Maret 2024, harga minyak mengalami penurunan karena tanda-tanda pelemahan makroekonomi yang besar, terutama di negara importir terbesar Tiongkok. Meskipun OPEC+ telah memperpanjang pengurangan produksi, namun kekhawatiran akan kondisi makroekonomi lebih dominan.

Penurunan Harga Minyak

  • Minyak Brent mendekati $83 per barel setelah turun 0,9% kemarin.
  • West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah $79 per barel.

Faktor Pengaruh

  • Pasar yang lebih luas masih lemah menjelang rilis data ketenagakerjaan AS dan pernyataan pejabat Federal Reserve.
  • Prospek buruk terhadap Tiongkok juga mengaburkan prospek pasar minyak.

Faktor Pendukung Harga

  • Harga Brent naik sekitar 7% tahun ini.
  • Ketegangan di Timur Tengah dan terbatasnya pasokan OPEC+ mendukung kenaikan harga.

Tindakan OPEC+

  • OPEC dan sekutunya memperpanjang pengurangan produksi sekitar 2 juta barel per hari hingga akhir Juni.
  • Pengurangan produksi akan dibatalkan secara bertahap tergantung pada kondisi pasar setelahnya.

Target Pertumbuhan Tiongkok

  • Tiongkok menetapkan target pertumbuhan sekitar 5% pada tahun ini.
  • Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan terhadap perekonomian yang melambat.

Pergerakan Harga

  • Brent untuk penyelesaian bulan Mei turun 0,1% menjadi $82,70 per barel.
  • WTI untuk pengiriman April turun 0,2% menjadi $78,57 per barel.

Analisis

Meskipun OPEC+ telah mengambil langkah untuk memperpanjang pengurangan produksi, harga minyak masih lesu karena kekhawatiran makroekonomi yang besar, terutama terkait dengan kondisi Tiongkok sebagai negara importir terbesar.

Sumber: Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Minyak WTI Ditutup di Tertinggi Empat Bulan Terkait OPEC+, Data Ekonomi Lemah

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik ke level tertinggi dalam empat bulan pada Jumat (1/3) menjelang perkiraan perpanjangan pengurangan produksi sukarela OPEC+ ke kuartal kedua pada pekan depan, sementara data ekonomi yang lemah mendorong investor untuk menambah risiko pada ekspektasi penurunan suku bunga mungkin di dekat.

Kenaikan Harga Minyak

Minyak mentah WTI untuk pengiriman April ditutup naik US$1,71 menjadi US$79,97 per barel, tertinggi sejak 6 November, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, yang menjadi acuan global, terakhir terlihat naik US$1,74 menjadi US$83,65.

Dukungan dari OPEC+ dan Pasokan Non-OPEC

Kenaikan ini terjadi menjelang langkah OPEC+ yang diperkirakan akan melanjutkan pemotongan untuk mendukung harga minyak yang dibatasi oleh kekhawatiran permintaan dan meningkatnya pasokan non-OPEC, sehingga menjaga perdagangan komoditas dalam kisaran yang ketat.

Dampak Data Ekonomi Lemah

Harga juga didukung oleh data ekonomi yang lemah karena indeks manufaktur ISM AS turun menjadi 47,8 pada bulan Februari dari 49,1 pada bulan sebelumnya, sementara perkiraan konsensus memperkirakan angka 49,5. Belanja konstruksi dan sentimen konsumen juga turun.

Implikasi dari Data Ekonomi

Data yang lemah ini muncul sehari setelah AS melaporkan Indeks PCE, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, turun pada bulan Januari dibandingkan bulan Desember, sementara beberapa negara Eropa juga melaporkan melambatnya inflasi, sehingga meningkatkan harapan untuk menurunkan suku bunga.

Sumber: MT Newswires, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Emas Stabil Pasca Data Inflasi AS Terbaru

Tinjauan Singkat

Pada hari Jumat, 1 Maret 2024, harga emas menunjukkan stabilitas di awal sesi perdagangan Asia. Hal ini terjadi setelah data inflasi AS yang dirilis, yang memperkuat pandangan penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed). Bagaimana perkembangan terbaru ini mempengaruhi pasar emas?

Analisis Data

Menurut analis ANZ Research, data inflasi AS yang baru saja dirilis sesuai dengan ekspektasi. Hal ini menggarisbawahi kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada akhir tahun ini. Pejabat Fed, Raphael Bostic, juga mengatakan bahwa ada beberapa kendala dalam mencapai target inflasi 2% yang ditetapkan oleh The Fed. Namun, pandangannya tetap bahwa pelonggaran kebijakan moneter dapat dimulai pada musim panas.

Hubungan dengan Suku Bunga

Harga emas memiliki kaitan erat dengan kebijakan suku bunga. Ketika suku bunga naik, daya tarik emas yang tidak memberikan bunga menjadi berkurang. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga emas cenderung naik.

Harga Emas Saat Ini

Pada pasar spot, harga emas diperdagangkan datar sekitar $2,042.97 per ons. Meskipun data inflasi AS mempengaruhi pasar emas, harga emas saat ini masih menunjukkan stabilitas.

Implikasi bagi Pelaku Pasar

Investor Emas

Bagi investor emas, data inflasi AS menjadi penting karena dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed. Mereka perlu memantau dengan cermat setiap perkembangan terkait kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi harga emas di masa mendatang.

Pelaku Pasar

Bagi pelaku pasar, terutama yang bergerak di sektor komoditas, perlu memperhitungkan data inflasi AS sebagai faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi. Fluktuasi harga emas dapat terjadi sebagai respons terhadap berita ekonomi makro seperti ini.

Kesimpulan

Dengan data inflasi AS yang memperkuat pandangan penurunan suku bunga oleh The Fed, harga emas menunjukkan stabilitas di awal sesi perdagangan Asia. Meskipun demikian, pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap perkembangan lebih lanjut yang dapat memengaruhi harga emas di pasar global.

Sumber: ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Harga Minyak Turun Akibat Stok Besar AS Meningkat, Dolar Menguat

Harga Minyak Turun Akibat Stok Besar AS Meningkat, Dolar Menguat

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Rabu, seiring investor menelaah data yang beragam terkait dengan inventaris AS. Meskipun stok minyak mentah AS naik lebih dari yang diharapkan, stok bensin malah mengecewakan, meskipun aktivitas pengolahan minyak meningkat sedikit.

Harga Minyak Turun

Pada pukul 14:30 ET (19:30 GMT), kontrak minyak mentah AS turun 0,4% menjadi $78,54 per barel, sementara kontrak Brent turun 0,8% menjadi $82,04 per barel.

Stok Minyak Terus Bertambah

Inventaris minyak mentah AS turun sekitar 4,2 juta barel pada minggu yang berakhir pada 25 Februari, melampaui perkiraan sebesar 3,1 juta barel, menandai minggu ketiga berturut-turut terjadi peningkatan inventaris yang lebih besar dari yang diperkirakan.

Penurunan Stok Bensin

Stok bensin, salah satu produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak mentah, turun sebesar 2,8 juta barel, jauh dari ekspektasi penurunan sebesar 1,5 juta barel, sementara stok distilat turun sebesar 510.000 barel, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan sebesar 2,1 juta barel.

Pengaruh Dolar yang Menguat

Harga minyak juga tertekan oleh penguatan dolar, karena pasar bersiap untuk data indeks harga PCE penting pekan ini untuk menilai arah inflasi dan suku bunga AS. Data yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP tahunan AS turun menjadi 3,2% pada kuartal keempat, turun dari 4,9% pada kuartal sebelumnya, menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi di negara terbesar di dunia dan konsumen minyak terbesar.

Pemotongan Produksi OPEC+ Mendorong Kenaikan

Harga minyak mendapat dorongan dari sesi sebelumnya setelah laporan media mengindikasikan bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) dan sekutunya dapat mempertahankan tingkat pemotongan pasokan saat ini hingga kuartal kedua, menjaga pasokan global terbatas.

Analisis dan Proyeksi

Para analis di ANZ menulis dalam catatan pagi bahwa permintaan pengolahan minyak AS yang kuat, permintaan tinggi untuk ekspor minyak AS, dan perbedaan harga antara minyak spot dan futures satu bulan menunjukkan pasar fisik yang lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang – tren yang positif untuk harga minyak. Mereka mencatat bahwa pembeli spot China juga meningkat selama Liburan Tahun Baru Imlek, sementara kemungkinan perpanjangan pemotongan pasokan oleh OPEC+ mengindikasikan pasar yang lebih ketat lagi pada akhir tahun ini.

Pengaruh Konflik di Timur Tengah

Di tempat lain, laporan media menunjukkan Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata selama lebih dari sebulan di Gaza, untuk bulan suci Ramadan. Pejabat Israel dan Hamas meremehkan komentar Biden. Basem Naim, kepala urusan politik dan hubungan internasional untuk Hamas, dilaporkan mengatakan pada Rabu bahwa “kesenjangan masih besar.” Perang Israel-Hamas telah memberikan dasar bagi harga minyak dalam beberapa bulan terakhir, terutama di tengah ketakutan bahwa konflik yang berkelanjutan di Timur Tengah akan mengganggu pasokan minyak global.

Kesimpulan

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga minyak dunia, pasar terus menilai data ekonomi, aktivitas pengolahan minyak, dan konflik geopolitik. Kenaikan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari yang diperkirakan, ditambah dengan penurunan stok bensin yang tak terduga, telah memberikan tekanan pada harga minyak. Namun, pemotongan produksi OPEC+ dan perkiraan permintaan yang kuat dari pasar global dapat memberikan dukungan pada harga minyak dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber: Investing, Reuters

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Harga Emas Tetap dalam Rentang dengan Inflasi, Petunjuk Tingkat Bunga di Tangan

Harga emas terus bergerak dalam rentang yang ketat dalam perdagangan Asia pada hari Selasa ketika investor menantikan sejumlah data ekonomi yang akan datang untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk perdagangan, meskipun outlook jangka pendek untuk logam kuning tetap terbatas.

Harga Emas dan Rentangnya

Harga emas juga tetap berada dalam kisaran perdagangan $2.000 hingga $2.050 per ons yang telah ditetapkan selama dua bulan terakhir, karena potensi kenaikan harga emas ditahan oleh prospek suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Beberapa komentar dari pejabat Federal Reserve lebih memperkuat gagasan ini, karena mereka menandakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai melonggarkan kebijakan karena inflasi yang sulit terkendali. Dolar tetap berada di dekat level tertinggi tiga bulan dengan gagasan ini.

Spot emas naik 0,1% menjadi $2.033,36 per ons, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada bulan April naik 0,2% menjadi $2.042,60 per ons pada pukul 00:25 ET (05:25 GMT).

Data Indeks Harga PCE dan GDP Menanti untuk Petunjuk Perdagangan Lebih Lanjut

Investor emas sekarang menantikan data ekonomi utama AS untuk menentukan langkah berikutnya bagi pasar logam.

Data indeks harga PCE – ukuran inflasi yang lebih disukai oleh Fed – dijadwalkan akan dirilis Kamis ini, dan diperkirakan akan menunjukkan inflasi tetap tinggi, memberikan sedikit insentif bagi Fed untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga.

Sebelum itu, data pembacaan kedua pada data PDB kuartal keempat diharapkan akan menunjukkan pendinginan ringan dalam ekonomi AS, namun tidak sampai pada tingkat yang akan mendorong Fed untuk melonggarkan kebijakan.

Prospek Suku Bunga Tinggi dalam Jangka Panjang

Prospect suku bunga tinggi dalam jangka panjang tidak menguntungkan untuk aset yang tidak memberikan yield seperti emas, karena hal ini meningkatkan biaya kesempatan dari investasi dalam logam kuning. Logam mulia lainnya juga tetap dalam rentang berdasarkan gagasan ini, dengan harga berjangka platinum naik 0,5% menjadi $887,85 per ons, sementara harga berjangka perak naik 0,1% menjadi $22,758 per ons, dengan kedua logam ini pulih sebagian dari kerugian tajam pada bulan Februari.

Di antara logam industri, harga berjangka tembaga yang akan berakhir pada bulan Maret naik 0,4% menjadi $3,8510 per pound, dengan fokus terutama pada data indeks manajer pembelian kunci dari China, yang dijadwalkan akan dirilis akhir pekan ini.

UBS Melihat Emas Lebih Kuat pada Akhir 2024

Analis di UBS mengatakan bahwa sementara outlook jangka pendek untuk emas tetap teredam, logam kuning masih akan menguat lebih lanjut tahun ini, terutama ketika suku bunga AS akhirnya turun.

“Kami tetap berpendapat bahwa emas merupakan investasi mandiri yang menarik, dan dapat digunakan sebagai lindung nilai portofolio terhadap peristiwa risiko,” kata analis UBS.

UBS mempertahankan perkiraan harga emas akhir tahun sebesar $2.250 per ons pada akhir 2024, dan sebesar $2.050 per ons pada bulan Juni 2024.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Harga Minyak Naik Setelah Kekhawatiran Pasokan Memicu Kenaikan Tajam

Harga Minyak Naik Setelah Kekhawatiran Pasokan Memicu Kenaikan Tajam

Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada hari Selasa, memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya karena ketakutan akan pasokan yang lebih ketat – di tengah gangguan terus menerus dalam aktivitas pengiriman global dan konflik di Timur Tengah – memicu pemulihan yang kuat dalam harga minggu ini.

Meskipun demikian, harga minyak tetap berada dalam kisaran $75 hingga $85 per barel yang telah ditetapkan selama dua bulan terakhir, karena kenaikan harga yang signifikan dihambat oleh kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama akan memberikan tekanan terhadap permintaan.

Harga Minyak Saat Ini

  • Brent oil futures yang jatuh tempo pada bulan April naik 0.2% menjadi $82.70 per barel.
  • Sedangkan West Texas Intermediate crude futures naik 0.2% menjadi $77.72 per barel pada pukul 20:10 ET (01:10 GMT).

Menurut analis Goldman Sachs dalam catatan terbarunya, mereka mengharapkan harga minyak akan tetap berada dalam kisaran $70 hingga $90 per barel dalam jangka pendek.

Serangan Baru di Laut Merah Memicu Kekhawatiran atas Gangguan Pengiriman

Pasukan pimpinan AS melakukan serangan baru terhadap Houthi Yaman yang didukung Iran di Laut Merah, setelah kelompok itu terus menyerang kapal-kapal di wilayah tersebut sebagai solidaritas dengan Palestina atas perang Israel-Hamas.

Perang juga tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan, setelah AS pada awal Februari menembak jatuh resolusi PBB untuk gencatan senjata, sementara Israel juga menolak proposal dari Hamas.

Ketakutan akan gangguan pasokan, terutama di Timur Tengah, telah memberikan harga minyak dengan dasar yang kuat dalam beberapa bulan terakhir, terutama ketika hasil perang Israel-Hamas masih belum pasti.

Data Ekonomi Menyusul

Pasar juga menantikan sinyal ekonomi kunci dari beberapa ekonomi besar minggu ini.

Yang paling penting adalah data indeks harga PCE AS, yang merupakan pengukur inflasi yang dipilih oleh Federal Reserve, dan diperkirakan akan menjadi faktor dalam prospek suku bunga.

Bacaan kedua pada data PDB AS kuartal keempat juga dijadwalkan untuk memberikan lebih banyak informasi tentang ekonomi terbesar di dunia.

Data indeks manajer pembelian dari China juga akan dirilis minggu ini, dan diperkirakan akan menjadi faktor dalam prospek ekonomi bagi importir minyak terbesar di dunia.

Tanda-tanda terbaru dari peningkatan langkah stimulus dan peningkatan pengeluaran konsumen membantu menginspirasi sedikit kepercayaan atas pemulihan di China.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures – Harga Emas Stabil Seiring FED Tegaskan Suku Bunga Tinggi untuk Periode Lebih Lama

Harga Emas Naik Sedikit Namun Tetap Stabil di Perdagangan Asia

Harga emas mengalami kenaikan sedikit dalam perdagangan Asia pada hari Kamis, tetapi sebagian besar tetap berada dalam kisaran perdagangan baru-baru ini. Ini terjadi karena Federal Reserve (FED) memberikan sinyal yang menegaskan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Posisi Harga Emas

Harga emas batangan mengalami sedikit kelegaan minggu ini karena nilai dolar turun tajam dari level tertinggi dalam tiga bulan. Meskipun begitu, penurunan lebih lanjut dalam nilai dolar tampaknya terbatas, karena imbal hasil Treasury masih mendekati puncak baru-baru ini.

Rentang Perdagangan Emas

Emas sebagian besar bergerak dalam kisaran perdagangan $2.000 hingga $2.050 per ons dalam sebulan terakhir. Meskipun ada potensi kenaikan lebih lanjut, prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan. Namun demikian, kekhawatiran atas memburuknya kondisi ekonomi global, terutama di Jepang dan Inggris yang memasuki resesi, juga membatasi potensi penurunan.

Harga Emas Saat Ini

Harga emas spot naik 0,2% menjadi $2.029,78 per ons, sedangkan harga emas berjangka yang akan berakhir pada bulan April naik 0,3% menjadi $2.039,55 per ons pada pukul 00:13 ET (05:13 GMT).

Risalah Fed Mendukung Prospek Suku Bunga

Risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) akhir Januari, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga lebih awal. Hal ini ditegaskan oleh beberapa pejabat Fed minggu ini, yang mengutip kekhawatiran atas inflasi yang tinggi dan kekuatan yang bertahan dalam ekonomi AS.

Dampak Terhadap Perdagangan

Komentar-komentar tersebut membuat para trader mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga di bulan Maret dan Mei. Sementara itu, ekspektasi suku bunga tetap stabil untuk bulan Juni meningkat.

Menurut alat CME Fedwatch, para trader memperkirakan peluang 53,6% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Juni, sementara peluang suku bunga tetap stabil sebesar 28,7%. Angka ini naik dari 19,7% yang terlihat pada minggu sebelumnya.

Proyeksi Analis Terhadap Harga Emas

Prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama bisa menjadi tanda buruk bagi harga emas, karena meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia ini. Namun, analis Goldman Sachs memperkirakan bahwa emas akan mendapatkan keuntungan besar dari penurunan suku bunga tahun ini. Analis Citi juga memproyeksikan potensi harga emas mencapai $3.000 per ons pada tahun 2025.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Logam mulia lainnya naik pada hari Kamis, meskipun mengalami penurunan tajam dari sesi sebelumnya. Harga platinum naik 0,4% menjadi $894,10 per ons, sementara harga silver naik 0,6% menjadi $23,012 per ons.

Harga Tembaga Stabil karena Optimisme China

Di antara logam-logam industri, harga tembaga stabil di level tertinggi dalam tiga minggu karena investor menunggu untuk melihat apakah pemerintah China akan meluncurkan lebih banyak langkah stimulus. Harga tembaga berjangka untuk bulan Maret berada di sekitar $3,8792 per pon, naik 1,1% selama minggu ini.

Kesimpulan

Sementara harga emas naik sedikit namun stabil, prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama masih menjadi perhatian utama. Pengaruh dari kebijakan Federal Reserve terhadap pasar logam mulia, terutama emas, akan terus dipantau dengan cermat oleh para investor global.

Dengan kondisi ekonomi global yang terus berubah, termasuk resesi di beberapa negara maju, dinamika pasar emas akan terus bergantung pada perkembangan suku bunga AS dan kebijakan stimulus dari negara-negara utama seperti China.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futures

Design a site like this with WordPress.com
Get started