PT Equityworld Futures | Minyak Mentah Lesu saat Kekhawatiran Resesi Global Menekan Komoditas

equityworld – Minyak menuju penurunan mingguan beruntun pertama sejak awal April karena kekhawatiran resesi global yang melemahkan permintaan dan kebijakan moneter AS yang lebih ketat menekan pasar komoditas.

Minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di atas $104 per barel setelah turun hampir 6% selama dua sesi sebelumnya. Acuan AS telah turun lebih dari 4% minggu ini, menempatkan harga di jalur untuk penurunan bulanan pertama sejak November.

Minyak WTI untuk pengiriman Agustus naik 0,4% menjadi $104,73 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 08:04 pagi waktu Singapura.

Minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 0,6% menjadi $110,66 per barel di ICE Futures Europe exchange. (Tgh)

Sumber: Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Dow S&P 500 Futures Melemah, Lanjutkan Tren Negatif Wall Street

equityworld – Saham berjangka AS melemah pada Kamis (23/06) pagi setelah indeks acuan menyelesaikan sesi reguler di zona merah di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penurunan ekonomi pasca Ketua Federal Reserve Jerome Powell mencatat bahwa bank sentral tetap berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga meskipun berpotensi menjadi resesi.

Pukul 07.31 WIB, Dow Jones futures turun 0,30% di 30,391.6, S&P 500 Futures melemah 0,43% ke 3,743.9 dan Nasdaq 100 futures turun 0,48% ke 11,472.5.

Pelaku pasar akan menantikan data klaim pengangguran mingguan pada sesi Kamis, sementara laporan pendapatan dari Darden Restaurants Inc (NYSE:DRI) dan Rite Aid Corporation (NYSE :RAD) akan diawasi dengan cermat. Powell juga akan memberikan pernyataan ke DPR AS, setelah berpidato di Senat AS pada Rabu.

Selama perdagangan reguler hari Rabu, Dow Jones Industrial Average berkurang 47,12 poin atau 0,2% menjadi 30.483,1, S&P 500 turun 0,1% di 3.759,9 dan NASDAQ Composite melemah 0,2% ditutup di 11.053,1.

Perusahaan energi termasuk di antara saham yang mengalami tekanan imbas jatuhnya harga minyak. Saham Occidental Petroleum Corporation (NYSE:OXY) turun 3,6%, Devon Energy Corporation (NYSE:{{8224|DVN} }) turun 5%, Diamondback Energy Inc (NASDAQ:FANG) turun 4,7%, Exxon Mobil Corp (NYSE:XOM) turun 4% dan ConocoPhillips (NYSE:COP) turun 6%.

Di pasar obligasi, imbal hasil Amerika Serikat 10 Tahun turun 0,65% di 3,135 pukul 07.40 WIB.

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | IHSG Berpeluang Menguat Lagi, Waspadai Profit Taking

equityworld – Surya Fajar (SF) Sekuritas memprediksi Jakarta Stock Exchange Composite berpotensi melanjutkan penguatan pada Rabu (22/6). Namun investor perlu diwaspadai potensi profit taking dan pelemahan di akhir sesi.

“Sentimen positif datang dari kenaikan bursa Amerika tadi malam. Namun yang perlu dicermati adalah IHSG telah mengalami kenaikan dalam 2 hari terakhir,” jelas Tim Riset SF Sekuritas, Rabu (22/6).

Wall Street pada perdagangan Selasa (21/6) ditutup kompak menguat dengan penguatan terjadi pada Indeks S&P 500 (+2,45%), Dow Jones Industrial Average  (+2,15%), dan NASDAQ Composite  (+2,51%).

Sementara itu potensi koreksi IHSG diperkirakan dipicu oleh ekses dari pertemuan Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis besok. Bank Indonesia diperkirakan mulai menaikkan suku bunga acuan setidaknya 25bp ke level 3.75%.

“IHSG tertahan resistance konsolidasi. IHSG hari ini cenderung rawanprofit taking meskipun white marubozu memberi sinyal penguatan lanjutan.Support: 6920. Resistance: 7050,” lanjut Tim Riset SF Sekuritas.

Untuk hari i ni SF Sekuritas menjagokan saham Indo Tambangraya Megah Tbk (JK:ITMG) dalam radar trading buy. Adapun buy range ITMG  di 32.675-32.975. Stoploss: <32.250. Target 1: 34.750. Target 2: 36.500.

Selanjutnya Victoria Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak menguat dengan resistance di 7.176 dan support di 6.934. “Penguatan ini didorong oleh investor yang memperkirakan inflasi sudah hampir berada di puncaknya,” jelas Tim Riset Victoria Sekuritas, Rabu (22/6)..

Untuk hari ini, Victoria Sekuritas merekomendasikan beli saham ICBP. Saham Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk (JK:ICBP) pada perdagangan Selasa (21/6) membentuk Golden Cross pada indikator MACD nya dengan volume yang cukup tebal. Selain itu, Indikator Stochastic RSI juga masih menunjukkan trend penguatan.

“Kami merekomendasikan Trading Buy dengan Target Price 1 di level 9.425 dan Target Price 2 di level 9.750,” jelas Tim Riset Victoria Sekuritas.

Pada perdagangan Selasa (21/6) Bursa Asia Pasifik ditutup mayoritas menguat dengan penguatan terjadi pada indeks Hang Seng  (+1,87%), Strait Times (+0,68%), dan FTSE Malaysia KLCI (+1,15%). Sedangkan pelemahan terjadi pada indeksShanghai Composite  (-0,26%).

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Dow S&P Futures Bergerak Naik Usai Libur Pasar di Wall Street

equityworld – Saham berjangka AS naik pada perdagangan Selasa (21/06) pagi WIB. Pasar AS ditutup libur Senin setelah menderita kerugian besar pada minggu lalu karena investor bersiap untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve dan meningkatnya peluang penurunan ekonomi .

Pukul 08.36 WIB, Dow Jones futures naik 0,11% di 30,196.0, S&P 500 futures naik tipis 0,08% ke 3,715.9 dan Nasdaq 100 futures naik 0,11% di 11,399.8.

Dalam minggu ini, pelaku pasar akan melihat testimoni Ketua Fed Jerome Powell di Kongres AS pada hari Rabu dan Kamis. Selain itu, data penjualan rumah baru akan rilis pada hari Selasa, sementara penjualan rumah lama akan dirilis pada hari Kamis bersamaan dengan angka PMI awal jasa dan manufaktur.

Pekan lalu, Dow Jones Industrial Average jatuh 4,8%, S&P 500 anjlok 5,8%, membukukan kerugian mingguan terbesar sejak Maret 2020 dan NASDAQ Composite tergelincir 4,8%, atau turun 33% dari rekor tertingginya.

Sementara itu, cryptocurrency sedikit pulih setelah Bitcoin jatuh ke level terendah baru 2022 selama akhir pekan silam.

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Minyak Goyah pasca Jatuh Hampir 6% di Tengah Kekhawatiran Ekonomi

equityworld – Harga minyak goyah pada Senin (20/6) pagi karena investor kembali fokus pada pasokan yang diperketat, meskipun sentimen masih rapuh setelah penurunan 6% di sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent naik 20 sen, atau 0,2%, menjadi $ 113,32 per barel pada 01:05 GMT, setelah naik sebanyak 1% sebelumnya. Harga bulan depan jatuh 7,3% minggu lalu, penurunan mingguan pertama dalam lima.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di $ 109,55 per barel, turun 1 sen setelah naik lebih dari $ 1 dalam transaksi pagi hari. Harga bulan depan turun 9,2% minggu lalu, penurunan pertama dalam delapan minggu.

Minyak Rusia tetap di luar jangkauan sebagian besar negara karena sanksi yang diberikan negara Barat. Dampaknya sebagian telah dimitigasi oleh pelepasan cadangan minyak strategis, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dan peningkatan produksi dari OPEC+ meskipun hal itu menipiskan penyangga dunia terhadap gangguan pasokan lebih lanjut. (Tgh)

Sumber: Reuters, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terkait Pengetatan Moneter

equityworld – Minyak menuju penurunan mingguan pertama sejak April setelah periode perdagangan befluktuasi karena investor mengkaji prospek pengetatan moneter lebih lanjut dari bank sentral guna mengekang inflasi yang merajalela.

West Texas Intermediate turun diperdagangkan mendekati $117 per barel pada hari Jumat (16/9) setelah naik 2% di sesi sebelumnya. Ketua Federal Reserve Jerome Powell minggu ini untuk pertama kalinya secara terbuka mendukung menaikkan suku bunga ke wilayah yang terbatas, sebuah strategi yang sering mengakibatkan penurunan ekonomi. Bank Sentral menaikkan suku bunga terbesar sejak 1994 pada hari Rabu guna memerangi inflasi.

Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu inflasi dan membantu menaikkan semua biaya mulai dari makanan hingga bahan bakar. Harga bensin eceran AS telah berulang kali memecahkan rekor dan rata-rata nasional baru-baru ini mencapai $5 per galon. Sementara Gedung Putih sedang mempertimbangkan batasan ekspor bahan bakar untuk mencoba dan mengurangi kesulitan di SPBU.

Minyak masih naik lebih dari 50% tahun ini setelah rebound permintaan dikombinasikan dengan arus perdagangan terbalik dari Rusia untuk menekan pasar. Harga dapat menahan perlambatan ekonomi karena pasokan lebih ketat dibandingkan periode resesi lainnya, Wakil Ketua S&P Global Inc Daniel Yergin mengatakan pekan ini.

Minyak WTI untuk pengiriman Juli turun 0,7% menjadi $116,74 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:10 pagi di Singapura.

Kontak berjangka turun 3,3% pekan ini.

Jenis Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,8% menjadi $118,86 per barel di ICE Futures Europe exchange.(yds)

Sumber: Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Futures minyak mentah lebih rendah pada jam dagang AS

equityworldFutures minyak mentah lebih rendah pada jam dagang AS pada Rabu.

Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan Juli diperdagangkan pada USD116,72 per barrel pada waktu penulisan, menurun 1,86%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per barrel. Minyak metah kemungkinan akan mendapat support pada USD114,64 dan resistance pada USD123,68.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,81% dan diperdagangkan pada USD104,49.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan Agustus jatuh 1,20% dan diperdagangkan pada USD119,71 per barrel, sedangkan spread antara kontrak Minyak brent dan Minyak metah berada pada USD2,99 per barrel.

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Harga Minyak Berakhir Turun; Gas Alam Berjangka Turun lebih dari 16%

equityworld – Minyak berjangka menyerahkan kenaikan awal dan ditutup dengan kerugian pada hari Selasa (14/6), mendapat tekanan pasca Bloomberg melaporkan bahwa seorang senator AS mengusulkan rencana untuk mengenakan pajak tambahan pada perusahaan minyak tertentu dalam upaya untuk mengekang inflasi.

Harga gas alam, ditutup di level terendah dalam lima minggu karena perbaikan penuh terminal LNG Freeport yang rusak, berharap tidak sampai akhir tahun ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli turun $2, atau hampir 1,7%, dan berakhir di $118,93 per barel di New York Mercantile Exchange setelah diperdagangkan setinggi $123,68. Gas alam Juli berakhir di $7,189 per juta British thermal unit, turun $1,42, atau 16,5%. (Tgh)

Sumber: Marketwatch, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Emas Berjangka Berakhir di Level Terendah lebih dari 3 Minggu

equityworld – Emas berjangka jatuh pada hari Senin (13/6) dan ditutup di harga terendah dalam lebih dari tiga minggu.

Lonjakan terus-menerus dalam imbal hasil Treasury AS ke level yang terakhir terlihat pada 2007, bersama dengan penguatan dolar AS membuat emas membalikkan kenaikan harga yang terlihat pada akhir pekan lalu, kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets UK. Namun, harga emas telah menemukan dukungan di sekitar posisi terendah Mei di $1.800, katanya.

Emas untuk pengiriman Agustus turun $43,70, atau 2,3%, dan menetap di $1,831,80 per ounce, penutupan kontrak teraktif terendah sejak 18 Mei, menurut data FactSet. (Tgh)

Sumber: Marketwatch, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | 5 Hal Utama di Pasar: Kebijakan Fed & BoE, Ekonomi AS, Volatilitas Saham

equityworld – Ini akan menjadi minggu yang besar bagi bank sentral. Federal Reserve diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 50 basis poin kedua pada hari Rabu setempat. Investor akan mengamati dengan cermat untuk melihat apa yang akan disampaikan Ketua Fed Jerome Powell mengenai kenaikan suku bunga di masa depan setelah data inflasi Jumat yang jauh lebih besar dari perkiraan. Bank of England diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga kelima berturut-turut di tengah meningkatnya krisis biaya hidup. Bank of Japan dan Swiss National Bank juga akan mengadakan pertemuan kebijakan. Data penjualan ritel AS akan memberikan wawasan tentang apakah inflasi mengikis daya beli rumah tangga dan pasar ekuitas tampaknya akan menghadapi minggu yang bergejolak lagi. Inilah yang perlu Anda ketahui untuk memulai minggu Anda.

1. Fed akan naikkan suku bunga lagi

The Fed pasti akan menaikkan suku bunga 50 basis poin lagi pada hari Rabu setempat, menambah 75 bps dari kenaikan suku bunga yang sudah disampaikan sejak Maret.

50 bps lanjutan diperhitungkan untuk bulan Juli, dengan peluang kuat untuk pergerakan serupa pada bulan September tetapi ini kurang jelas.

Data inflasi Mei yang panas pada hari Jumat telah menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa Powell dapat mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga di masa depan yang lebih cepat. Investor khawatir bahwa dorongan agresif yang lebih tinggi pada suku bunga oleh Fed dapat mengarahkan ekonomi ke dalam resesi.

Pengamat pasar akan terus mengawasi konferensi pers Powell setelah pertemuan kebijakan dan pada perkiraan ekonomi terbaru Fed dan “dot plot”, yang menunjukkan proyeksi prospek suku bunga.

2. BoE akan beri kenaikan suku bunga kelima berturut-turut

BoE diperkirakan akan memberikan apa yang akan menjadi kenaikan suku bunga kelima berturut-turut 25 bps sejak Desember pada hari Kamis, meskipun semakin banyak bank sentral global yang memilih kenaikan 50 bps.

BoE adalah bank sentral besar pertama yang mulai mengubah kebijakan stimulus pandemi pada bulan Desember tetapi tidak menghentikan inflasi Inggris yang mencapai level tertinggi empat tahun sebesar 9% pada bulan April, hampir lima kali lipat dari target 2% BoE.

BoE memperkirakan inflasi melebihi 10% pada tahun ini dan Gubernur Andrew Bailey mengatakan pada bulan April bank berjalan di garis yang sangat ketat antara mengatasi lonjakan inflasi dan menyebabkan resesi.

Ini juga merupakan minggu yang sibuk untuk data ekonomi Inggris, dimulai dengan angka PDB untuk April pada hari Senin, yang diperkirakan akan datar. Data ketenagakerjaan pada hari Selasa diperkirakan menunjukkan pengetatan lanjutan di pasar tenaga kerja, dengan tingkat pengangguran diperkirakan menurun sementara keuntungan upah meningkat.

3. BOJ, SNB akan menggelar rapat kebijakan

BOJ bertemu pada hari Jumat dan diperkirakan akan tetap pada sikap kebijakan moneter ultra-longgar, tetapi tekanan untuk mengubah taktik tumbuh dengan melebarnya perbedaan imbal hasil mendorong yen ke posisi terendah beberapa dekade, sehingga menambah tekanan inflasi.

SNB diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga -0,75% – terendah di dunia – saat bertemu pada hari Kamis. Tapi dengan inflasi Swiss mencapai titik tertinggi dalam 14 tahun di bulan Mei dan prospek kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa di bulan Juli, pergeseran ke arah kenaikan suku bunga akhirnya bisa terjadi.

Sementara itu, Presiden ECB Christine Lagarde akan membuat pidato yang akan diawasi ketat pada hari Rabu setelah mengatakan pekan lalu bahwa ECB bulan depan akan memberikan kenaikan suku bunga pertama sejak 2011, diikuti oleh langkah lainnya yang berpotensi lebih besar pada bulan September.

4. Data ekonomi AS

AS akan merilis data penjualan ritel untuk bulan Mei pada hari Rabu yang diperkirakan akan melambat di tengah penjualan mobil yang lebih lemah. Angka produksi industri, yang akan dirilis pada hari Jumat, juga diperkirakan akan melambat namun tetap solid.

Kalender ekonomi juga menampilkan laporan inflasi harga produsen pada hari Selasa, bersama dengan data klaim pengangguran awal dan pembangunan dimulai pada hari Kamis.

Data pada hari Jumat menunjukkan inflasi konsumen AS melonjak 8,6% untuk periode tahun ke tahun di bulan Mei, kenaikan terbesar sejak 1981 dengan harga bensin mencapai rekor tertinggi dan biaya makanan melonjak.

Melonjaknya tekanan harga memaksa konsumen untuk mengubah kebiasaan belanja mereka, dan ini memicu kekhawatiran resesi.

5. Volatilitas pasar saham

Saham-saham AS mencatat persentase penurunan mingguan terbesar sejak Januari dan berakhir turun tajam pada hari Jumat setelah laporan inflasi Mei memberi harapan bahwa tekanan harga kemungkinan telah mencapai puncaknya.

Saham telah jatuh hampir sepanjang tahun di tengah kekhawatiran atas inflasi, kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi.

Penurunan pasar sebagian telah berbalik selama beberapa minggu terakhir di tengah harapan bahwa potensi puncak inflasi akan memungkinkan The Fed untuk menjadi kurang agresif tahun ini.

“Mengingat tekanan harga di AS menunjukkan sedikit tanda pelonggaran, kami ragu bahwa Fed akan menghentikan langkahnya dalam waktu dekat,” tulis analis di Capital Economics pada hari Jumat. “Oleh karena itu, kami menduga bahwa lebih banyak tekanan masih menunggu di pasar aset AS, dengan imbal hasil Treasury meningkat lebih lanjut dan pasar saham tetap berada di bawah tekanan.”

Sumber : Reuters, Investing

PT Equityworld Futures

Design a site like this with WordPress.com
Get started