equityworld – Bitcoin (BitfinexUSD) yang tersendat di kisaran US$29,000 (sekitar Rp421 juta) sepanjang minggu lalu akhirnya mengalami pergerakan yang positif di akhir pekan, dan menembus US$31,500 (sekitar Rp457 juta) untuk pertama kalinya sejak penurunan tanggal 12 Mei – dengan demikian, bitcoin mengalami kenaikan sebesar 9% dalam seminggu terakhir.
Dalam laporan dari Luno dan Arcane Research, ETH/USDdan BNB/USDmengalami aksi jual pada pertengahan minggu. Kedua koin tersebut kembali pulih di pertengahan minggu sebagai dampak menguatnya BTC dalam beberapa hari terakhir, namun ETH dan BNB masih berada di rentang harga yang sama dengan pekan lalu
Korelasi di pasar keuangan mulai bergerak menjauh. Korelasi ETH/IDRBitcoin (BitcoinIndonesiaIDR)mulai menunjukkan penurunan, dan pemulihan pasar saham AS pekan lalu tidak berdampak pada pergerakan pasar kripto, sehingga korelasi bulanan BTC dan saham AS menurun ke level akhir April.
Mengenai pergerakan pasar di minggu pertama Juni 2022, Jay Jayawijayaningtiyas, Country Manager, Luno Indonesia mengatakan dengan pertumbuhan 9% ke kisaran USD 31,516 (sekitar Rp459 juta), harga Bitcoin terpantau mulai menunjukkan pergerakan yang menjanjikan dalam seminggu terakhir.
“Bitcoin yang juga terus menunjukkan dominasinya sebagai aset kripto kategori blue-chip pilihan investor, terbukti berhasil merebut pangsa pasar kripto hampir 46%. Di sisi lain, harga USD/ETH terpantau relatif stagnan dengan pergerakan harga di kisaran USD 1,961 (sekitar Rp28 juta),” jelas Jay dalam keterangan resminya yang dikutip Investing, Senin (6/6).
Dalam riset yang sama Bitcoin masih menjadi aset kripto yang paling digemari dalam kondisi pasar yang buruk, dan kini telah menguasai 46% pasar kripto akibat perpindahan investor ke kelompok aset yang lebih aman sepanjang bulan Mei.
Meskipun harga bitcoin selama bulan Mei telah menurun sebesar 18%, namun bitcoin masih mengalahkan kinerja sebagian besar pasar kripto, karena para trader yang memandangnya sebagai kripto kategori blue-chip. Indeks Kapitalisasi Besar menurun 24%, Indeks Kapitalisasi Menengah turun 28%, dan Indeks Kapitalisasi Kecil menjadi indeksi berkinerja terburuk usai turun 33%.
Kinerja pasar yang lebih buruk dibandingkan bitcoin ini mengakibatkan naiknya dominasi bitcoin dari 42.5% pada awal Mei menjadi 45.9%. Dominasi ini belum terjadi sejak Oktober tahun lalu.
Adapun Bulan Mei diawali dengan kurang baik akibat jatuhnya LUNA/USDserta kekacauan di pasar keuangan, sehingga sebagian besar aset kripto menurun dalam persentase sebanyak dua digit poin dalam beberapa hari. Penurunan tajam ini hanya berlangsung selama beberapa hari, dan kondisi pasar mulai stabil pada pertengahan bulan, bahkan sempat mengalami rebound dalam beberapa hari terakhir.
Selanjutnya indeks Fear and Greed kini berada di angka 16, naik dari angka 12 di minggu lalu. Dengan demikian, indeks telah berada di zona extreme fear selama hampir seluruh bulan Mei, dengan 26 hari berturut-turut berada di zona extreme fear – yang terpanjang sejak April 2020. Periode sentimen negatif pasar yang berkepanjangan ini bukanlah hal yang aneh, namun biasanya, waktu-waktu ini akan diinterupsi oleh kenaikan sentimen. Bisa disimpulkan, para pelaku pasar tidak memiliki optimisme sama sekali di bulan Mei.
“Saat ini Indeks Fear and Greed masih berada di level Extreme Fear. Satu hal yang menarik pekan ini, selaras dengan dominasi Bitcoin di pasar spot/ harian, minat di pasar derivatif untuk kontrak berjangka Bitcoin juga terus bertumbuh hingga mencapai 63%,” jelas Jay.
Sumber : Investing
PT Equityworld Futures